TANGERANG, KOMPAS.com — Sebanyak 614 kepala keluarga korban bencana jebolnya tanggul Situ Gintung, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Banten, memperoleh tunjangan hari raya (THR) Idul Fitri 1430 Hijriah sebesar Rp 307 juta.
"THR untuk ratusan korban bencana Situ Gintung yang menempati relokasi Kertamukti 1 dan 2 akan dibagikan, Rabu besok, oleh Penjabat Wali Kota Tangsel M Shaleh," ungkap Pengawas Bantuan Situ Gintung, Haerpul, di Tangerang, Selasa (15/9).
Haerpul menyatakan, dana THR sebesar Rp 307 juta itu diberikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel dan dibagikan kepada masing-masing kepala keluarga (KK) sebesar Rp 500.000. Bantuan berupa THR ini sangat dibutuhkan korban bencana Situ Gintung karena dalam sebulan terakhir ini korban bencana tidak lagi menerima bantuan berupa sembako, baik dari pemerintah daerah, maupun suntikan dana dari para donatur.
Diharapkan, THR dapat melegakan perasaan keluarga korban bencana yang ditinggal pergi keluarganya yang menjadi korban bencana jebolnya tanggul Situ Gintung. THR itu juga diharapkan dapat membantu kondisi ekonomi keluarga korban bencana setelah sebulan terakhir ini tidak lagi mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah. Selama puasa Ramadhan, kenaikan harga sembako di sejumlah pasar tradisional di Tangsel menyebabkan korban bencana tidak mampu membeli sembako dengan uang seadanya.
Setelah dihentikannya bantuan untuk korban bencana Situ Gintung sebulan lalu, banyak pengungsi Situ Gintung kesulitan mendapatkan sembako. "Kondisi ekonomi korban Situ Gintung tidak ada perubahan, akhirnya mereka sulit menikmati indahnya puasa Ramadhan kali ini dan membutuhkan bantuan dari pemerintah," katanya.
"Korban bencana Situ Gintung harus diperhatikan lagi oleh pemerintah karena mereka masih membutuhkan bantuan, tidak hanya sembako, tetapi juga pekerjaan," ujarnya.

