JAKARTA, KOMPAS.com - Kondisi terminal bis Pulo Gadung jauh dari kenyamanan bagi para pemudik menjelang lebaran. Tampaknya, pengelola terminal tidak banyak melakukan pembenahan menghadapi arus mudik tahun ini.
Dari pantauan Kompas.com , calon penumpang yang baru tiba di terminal langsung dihampiri beberapa calo tiket. Dengan setengah memaksa, mereka menanyakan tujuan keberangkatan kepada setiap penumpang lalu mengarahkan kepada operator bis tertentu. Tidak segan-segan mereka terus mengikuti setiap penumpang hingga masuk ke dalam terminal.
Seperti dialami Rido (43) bersama empat orang anggota keluarganya yang hendak mudik tujuan Palembang. Ketika tiba, ia langsung diarahkan beberapa calo ke loket salah satu operator bis. Setelah melihat operator bis ternyata bukan yang biasa dinaikinya, ia lalu pindah mencari operator lain. Namun ketika hendak pindah, beberapa calo langsung mengitarinya dan memaksa untuk tetap membeli tiket.
"Kesal banget. Udah dibilang ngga mau masih aja dipaksa," ucapnya kepada Kompas.com usai berhasil lolos dari kepungan para calo, Kamis ( 17/9 ).
Bukan hanya calo tiket yang beraksi, puluhan porter atau jasa pengangkut barang ikut memanfaatkan situasi. Dengan setengah memaksa, mereka meminta penumpang yang membawa banyak barang bawaan bersedia menggunakan jasanya.
Seperti dialami Lela (27) yang hendak mudik ke Yogyakarta dengan membawa lima kardus barang bawaan. Saat itu, ia hanya meminta satu orang porter untuk membantu membawa barang bawaannya. Namun, dua orang porter lain dengan inisiatif sendiri langsung membawa barang-barang milik Lela.
Usai membawa, ke tiga porter tersebut memaksa agar dibayar atas jasanya. "Saya bayar tetap cuma satu orang. Adu mulut aja tadi. Saya cuma suruh satu orang doank kok," ucapnya kesal.
Selain ulah calo tiket dan porter, ketidaknyamanan dialami para penumpang ketika hendak menunggu keberangkatan bis. Jumlah penumpang tidak semimbang dengan tempat duduk yang disediakan. Pihak terminal hanya membangun satu tenda yang tidak terlalu besar di dalam terminal sebagai ruang tunggu penumpang. Akibatnya, banyak penumpang terpaksa duduk diatas barang bawaan di dalam terminal.
Diluar terminal kesemrawutan juga terjadi. Bis maupun angkutan kecil seenaknya berhenti di depan terminal sehingga mengakibatkan kemacetan dan menghambat keluar masuk angkutan.


