GARUT, KOMPAS.com - Pendeknya hari libur Lebaran kemungkinan besar akan menyebabkan terjadinya lonjakan arus mudik di jalur selatan Jawa Barat terutama di kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung. Untuk menghindari kemacetan parah di sekitar Nagreg para pemudik disarankan u ntuk menempuh jalur alternatif.
Kepala Kepolisian Wilayah Priangan Kombes Anton Charliyan, Kamis (17/9), mengatakan, masa libur yang pendek sangat memengaruhi kepadatan arus mudik. Masa libur yang pendek akan membuat arus mudik terkonsentrasi di H-2 atau H-1 Lebaran. Padahal, apabila masa libur lebih panjang arus mudik akan tersebar sejak H-7 hingga H-3 Lebaran.
Sampai sekarang H-3 peningkatan volume kendaraan belum signifikan. Padahal, H-3 tahun lalu adalah puncak arus mudik. Kami sedang harap-harap cemas menanti puncak arus mudik , kata Anton.
Ia juga menambahkan, panjang jalan yang ada di Nagreg -meskipun sudah dilebarkan dan dibuat jalan baru-tidak akan mampu menampung puluhan ribu kendaraan yang melintas bersamaan dalam sehari. Oleh karena itu, pemudik diharapkan berinisiatif menempuh jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan kendaraan di Nagreg.
Anton mengatakan, kesadaran untuk menempuh jalur alternatif itu penting sebab terkadang pemudik tidak mau ketika kami arahkan untuk menempuh jalur alternatif. Padahal, jika memaksakan diri di jalur utama dengan kemacetan yang parah akan merugikan mereka sendiri.
Berdasarkan data pada Polwil Priangan, terdapat 26 titik kemacetan di wilayah Polwil Priangan. Sebanyak 20 titik di antaranya tersebar di sepanjang jalur selatan mulai dari Kabupaten Bandung- Sumedang-Garut-Tasikmalaya-Ciamis-Banjar.
Beberapa jalur alternatif untuk memecah kepadatan kendaraan di Nagreg ialah pertama jalur Cileunyi-Tanjung Sari-Sumedang-Wado-Malangbong sepanjang sekitar 65 kilometer. Kedua, jalur Parakanmuncang-Sumedang-Wado-Malangbong sepanjang 62 kilometer. Dan ketiga, jalur Cikancung-Cijapati-Kadungora sepanjang 35 kilometer.
Wakil Kepala Polisi Wilayah Priangan AKBP Edhy Mustofa, menambahka, apabila volume kendaraan dari arah Barat sangat padat tidak menutup kemungkinan arus lalu lintas ke arah timur dibuat satu arah. Sementara itu, arus kendaraan dari Timur akan ditahan atau dialihkan ke jalur alternatif.
Edhy menambahkan, para pemudik yang memutuskan melewati jalur alternatif tidak usah khawatir dengan kemungkinan tindak kriminal di jalur tersebut. Sebab, sebanyak satu batalyon Brimob Polda Jawa Barat telah disebar di jalur alternatif. Penembak jitu dari Polda Jabar sudah ditempatkan di jalur-jalur alternatif seperti Cijapati dan Wado, katanya.
Kepadatan H+1
Anton mengungkapkan, biasanya arus lalu lintas kendaraan sehari setelah Lebaran tidak akan kalah padat dari arus mudik. Bahkan, jumlah kendaraan yang melintas pada hari itu merupakan puncak kepadatan di jalur selatan. Tahun kemarin saja ada 68.000 kendaraan yang melintas pada H+1. Ini merupakan jumlah terbanyak sepanjang arus mudik dan balik 2008, ujarnya.
Kendaraan yang melintas pada hari itu ialah kendaraan warga yang baru mudik, bersilaturahmi dengan keluarga di daerah lain, dan mereka yang berwisata ke beberapa obyek wisata.

