Foke Minta Maaf, Pembagian Sembako Dihapus - Kompas.com

Foke Minta Maaf, Pembagian Sembako Dihapus

Kompas.com - 22/09/2009, 11:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta maaf kepada seluruh korban kericuhan saat pembagian sembako dan uang tunai pada acara silaturahim di Balai Kota, Senin (21/9) kemarin.

"Saya wajib meminta maaf kepada warga yang menjadi korban," ucapnya, Selasa (22/9), saat melakukan sidak pelayanan Rumah Sakit Tarakan Jakarta, sekaligus menjenguk dua korban kericuhan, Sateni (38) dan Dati (50).

Fauzi Bowo atau akrab disapa Foke menjelaskan, kericuhan terjadi setelah ia meninggalkan Balai Kota untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya. "Sampai terakhir saya tinggalkan semua berjalan lancar," ucap Gubernur.

Foke membantah pemberitaan yang menyebutkan kegiatan kemarin adalah pembagian zakat. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan silaturahim. "Hanya silaturahim warga dengan Gubernurnya. Pembagian zakat itu di lembaga amil zakat," jelas dia.

Silaturahim warga dengan Gubernur, kata Foke, merupakan kegiatan rutin yang telah dilakukan Gubernur pendahulu. Sembako dan uang yang disalurkan merupakan sumbangan dari beberapa perusahaan serta Pemprov.

"Silaturahim sudah berkali-kali, hanya tempatnya saja saya pindah dari Taman Suropati ke Balai Kota. Sifatnya spontan pemberian perusahaan. Stok (sembako dan uang) juga jauh lebih besar dari kebutuhan," kata Foke.

Pembagian sembako dan uang dihapus

Lebih lanjut Foke mengatakan, belajar dari kericuhan kemarin, ia memutuskan untuk tidak lagi melakukan acara pembagian sembako ataupun uang di Balai Kota, tetapi merubahnya dengan format yang berbeda.

"Saya memutuskan tahun depan tidak ada lagi. Saya belajar dari pengalaman yang tidak menguntungkan ini. Hanya keledai kesandung batu yang sama. (Sembako) mungkin disalurkan melalui kelurahan-kelurahan," kata dia.

Editor

Close Ads X