Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 17:33 WIB
Operasi Yustisi Seharusnya Mulai di Terminal
Leo Sunu | Rabu, 23 September 2009 | 16:20 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN
Warga yang terjaring operasi Yustisi mendatangi Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, Kamis (23/10/2008).

 

JAKARTA,KOMPAS.com - Seperti sudah tradisi, para pemudik yang kembali ke Jakarta seringkali membawa kerabat dan sanak saudara. Dengan alasan mencari peruntungan dan penghidupan yang lebih baik, kedatangan mereka turut berpengaruh menambah sesaknya Jakarta yang sudah dihuni jutaan warga ini.

 

Mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah melakukan langkah-langkah pencegahan dengan operasi yustisi yang dilakukan oleh Dinas Kependudukan. Namun, sebagian kalangan menilai, tindakan penanggulangan tersebut belum maksimal dilakukan Pemda DKI. Aksi operasi yustisi dinilai belum dilakukan secara tepat sasaran di lokasi-lokasi yang potensial menjadi persinggahan para pendatang-pendatang itu.

 

"Seharusnya dimulai dari terminal-terminal. Di sini titik sentral mereka pertama kali datang ke Jakarta," kata Kepala Bagian Terminal Dalam Kota Kampung Rambutan, Didi Saridi, dalam perbincangan dengan Kompas.com, Rabu ( 23/9 ) sore.

 

Ia mencontohkan, pada arus balik seperti ini, pemudik balik yang kembali ke Jakarta relatif lebih banyak dibandingkan sebelumnya ketika arus mudik. "Pasti lebih banyak yang kembali. Itu bisa didata kok," ungkapnya.

 

"Secara kasat mata saja, dengan pengalaman saya bertahun-tahun sebagai Kepala Terminal, bisa dibedakan mana yang memang tinggal di Jakarta dan mana yang pendatang," terangnya.

 

Karena itu ia menilai, perlunya keaktifan dari pemerintah melalui Dinas Kependudukan untuk melakukan pendataan ataupun operasi yustisi di terminal-terminal atau stasiun-stasiun. "Jadi mereka bisa dicegah untuk menyebar duluan. Langkah selanjutnya ya bisa dilakukan segera, apa mau langsung dipulangkan atau dibawa ke penampungan," himbaunya.

 

Hingga saat ini, Didi mengaku pihaknya belum mengetahui apakah ada rencana dari Dinas Kependudukan untuk melakukan operasi yustisi di terminal yang dipimpinnya. "Sampai saat ini belum ada. Tapi ke depannya, saya kira ini perlu untuk direalisasikan segera," tegasnya.