SEMARANG, KOMPAS.com - Faktor manusia menjadi penyebab utama kecelakaan di Jawa Tengah selama arus mudik dan balik lebaran tahun ini. Dari 274 kecelakaan yang terjadi selama arus mudik dan balik, sebanyak 269 kasus disebabkan faktor manusia, yaitu lalai dan mengantuk. Sebanyak 5 kasus kecelakaan disebabkan faktor kendaraan.
"Semua ini kembali ke kesadaran para pengendara kendaraan bermotor, apakah mereka mau tidak memaksakan diri jika lelah," kata Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Jawa Tengah Komisaris Besar M Zakhlin Leter, Senin (28/9) di Semarang.
Polisi pun sulit memastikan apakah kondisi setiap pengendara memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan. Berdasarkan data Direktorat Lalu Lintas Polda Jateng, selama H-7 hingga H-1 ada 294 unit sepeda motor yang terlibat kecelakaan.
Jumlah ini berbeda jauh dengan jumlah kendaraan lainnya yang mengalami kecelakaan, yaitu mobil pribadi sebanyak 82 unit, angkutan beban sebanyak 38 unit, dan bus sebanyak 24 unit. Jumlah korban meninggal sebanyak 72 orang, luka berat 65 orang, dan luka ringan 372 orang. Kerugian materiil mencapai Rp 442.450.000.
Dengan demikian, angka kecelakaan selama arus lebaran 2009 menurun sebanyak 18 persen dibandingkan pada arus lebaran 2008. Pada 2008, total kasus kecelakaan tercatat ada 386 kasus kecelakaan.
