JAKARTA, KOMPAS.com — Pada hari Minggu (4/10) dini hari, Febby bersama 13 orang rekannya berangkat dari Bandung menuju Jakarta. Kedatangannya ke Ibu Kota untuk mengikuti syuting iklan sebuah provider telepon seluler. Febby dan 13 rekannya tergabung dalam agency Ari yang bermarkas di Bandung.
Tak disangka tak diduga, properti iklan menjadi awal petaka. Balon gas berukuran diameter sekitar 4 meter tersebut meledak saat puluhan model cantik dan ganteng itu mendorong balon sebagai bagian dari adegan iklan.
"Saat mau take, semua pegang balon, satu per satu. Tiba-tiba meledak. Langsung pada berhamburan," kata Febby, seusai menjalani perawatan di RS TNI AL Mintohardjo, Jakarta, Minggu (4/10).
Febby memang menjadi satu dari puluhan model yang menjadi korban ledakan tersebut. Beruntung, saat ledakan terjadi, ia berada di bagian belakang dan tengah memalingkan wajahnya ke arah berlawanan. Luka bakar yang dialami Febby terbilang ringan dibandingkan 8 korban yang mengalami luka bakar lebih dari 20 persen bagian tubuh. Akan tetapi, peristiwa ini menjadi trauma bagi mahasiswi semester 5 Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini.
"Ada trauma juga, shock, tangan masih terasa panas. Ada perasaan kesel juga. Mungkin saya istirahat dulu dari ikut syuting-syuting iklan. Padahal, minggu depan saya harus ada syuting iklan lain," ujarnya sambil menunjukkan telapak tangan kirinya yang melepuh.
Menurut keterangan dokter, Febby akan menjalani masa penyembuhan luka bakarnya selama 2 minggu.


