JAKARTA, KOMPAS.com — Awalnya, syuting iklan Telkomsel itu berlangsung lancar. Ada dua versi iklan yang syutingnya dilaksanakan di kawasan Jl Jendral Sudirman, Jakarta, Minggu (4/10), yaitu versi anak muda dan orangtua. Rumah produksi pembuat iklan menyediakan dua jenis bola, besar dan kecil.
Hoki, salah seorang pemain yang terlibat dalam pembuatan iklan ini, menuturkan, bola merah yang kecil digunakan untuk pembuatan iklan versi anak muda. Sementara, yang besar untuk versi orang dewasa. "Kalau saya (ikut pembuatan iklan) yang anak muda. Berhasil," tutur Hoki yang ditemui di RS Pusat Pertamina. Ia tidak ikut menjadi korban.
Menurut Hoki, pengambilan gambar pagi tadi adalah pengambilan gambar kedua dari iklan yang melibatkan sekitar 300 figuran dan 10 orang pemeran utama. Usai pengambilan gambar untuk versi anak muda, dilanjutkan dengan versi orang tua.
"Jadi kan bola diturunin dari atas (fly over), terus di bawah talen (pemain) seperti main voli. Syuting pertama gagal, kelewatan bolanya. Terus ditarik lagi bolanya. Kegesek aspal. Syuting kedua gagal lagi. Nah, pas ketiga meledak. Keluar gas biru, bukan api. Sepertinya gas di dalam balon memuai karena tertekan," tutur Hoki.
Gas biru yang keluar dari dalam balon lantas melukai sejumlah pemain yang sedang mengelilingi bola. Mereka mengalami luka bakar. Tercatat 49 orang terluka dan dirawat di RS Mintoharjo dan RS Pusat Pertamina. Sebanyak 15 orang harus dirawat inap karena mengalami luka bakar serius.


