Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:18 WIB
Seperti Minum Obat, PLN Mati Tiga Kali Sehari
Benny N. Joewono | Minggu, 4 Oktober 2009 | 20:59 WIB
|
Share:

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebagian warga kota Makassar mengeluhkan pemadaman bergilir oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) hingga tiga kali dalam sehari.

Ayu salah seorang warga Jalan Banta-bantaeng Makassar, Minggu (4/10), mengaku kesal karena pemadaman bergilir yang biasanya hanya sekali dalam sehari kini sudah berlanjut hingga tiga kali.

"Saya stres saja karena pemadaman bergilir ini sudah tiga kali terjadi dalam sehari, biasanya hanya sekali sehari tapi ini kok ditingkatkan. Apalagi dengan cuaca panas yang sepekan terakhir ini kita butuh kipas angin," keluhnya.

Menurutnya, pemadaman pertama terjadi di pagi hari selama empat jam kemudian berlanjut di siang hari dan malam harinya.

"Saya ini masih sekolah dan saya mau belajar tapi bagaimana caranya belajar dalam kondisi gelap ditambah lagi suhu udara yang panas," ujarnya.

Bukan hanya di wilayah Banta-bantaeng, di sebagian wilayah lainnya seperti Rappocini, Veteran Selatan, Veteran Utara, Tinumbu Toddopuli juga mengalami hal yang sama.

Aji salah seorang pengusaha warung kopi di Toddopuli Makassar juga mengeluhkan pemadaman bergilir yang terjadi. Menurutnya, pemadaman yang terjadi disekitar wilayah Toddopuli itu sudah tiga kali terjadi dalam sehari.

Akibatnya, sejumlah pelanggannya yang menikmati secangkir kopi dengan layanan fasilitas internet gratis (hots spot) memilih untuk meninggalkan warung kopi tersebut karena cuacanya yang panas tanpa kipas angin.

"Ini ketiga kalinya terjadi dalam sehari, tadi pagi, tadi siang dan ini malam juga mati lampu lagi. Semua pelanggan memilih keluar karena di dalam ruangan panas sekali," katanya.

Sebelumnya, Deputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah Sultanbatara, Mohammad Yamin Loleh, mengungkapkan pemadaman bergilir di Makassar dapat saja terjadi hingga bulan Desember.

Pernyataan tersebut diungkapkan Yamin, terkait proyek penambahan daya tenaga Listrik di Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tello Makassar sebanyak 70 megawatt (mw), yang ditarget selesai hingga bulan Desember.

"Selama pengerjaan belum selesai dan cuaca masih kemarau, pemadaman listrik bergilir bisa saja sampai bulan Desember," ujarnya.

Sumber :
ANT