Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 07:19 WIB
Meski Hujan Deras Pencarian Korban Tertimbun Terus Berlanjut
Tri Mulyono | Senin, 5 Oktober 2009 | 03:04 WIB
|
Share:

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Petugas melakukan evakuasi di Hotel Ambacang, Padang, Sumatera Barat, Sabtu (3/10). Diperkirakan ratusan korban masih terkubur di reruntuhan bangunan hotel ini. Gempa bumi berskala 7,6 skala richter yang mengguncang Padang mengakibatkan sedikitnya 500 orang meninggal dan ribuan bangunan hancur.

TERKAIT:

PADANG, KOMPAS.com-Meski hujan deras mengguyur Kota Padang mulai  pukul 16.00 Wib hingga 20.00 Wib, upaya Tim SAR untuk mencari korban yang tertimbun reruntuhan bangunan tetap dilakukan.

Terlihat tim evakuasi dari BASARNAS, TNI, Polri, rescue teams negara asing, serta para relawan terus mencari korban yang tertimbun dalam reruntuhan Hotel Ambacang di Padang.

Koordinator Sarkolat penanggulan bencana (Sarkolat PB), Ir Ade Edwar, di Padang, Minggu, mengatakan upaya untuk pencarian korban yang tertimbun dari reruntuhan bangunan gedung terus dilakukan walaupun hujan deras melanda Kota Padang.

"Usaha ini tetap dilakukan oleh Tim SAR, TNI-AD, Polri serta para relawan maupun dari tim rescue negara asing untuk mencari para korban yang tertimbun dalam reruntuhan bangunan gedung yang ada di Kota Padang", ucapnya.

Tempat terpisah, Kahumas Badan SAR Nasional (BASARNAS), Gagah Perkasa, di Padang, mengatakan mereka terus melakukan upaya untuk pencarian korban yang tertimbun dalam reruntuhan gedung.

Menurutnya, masih banyak korban yang tertimbun dalam reruntuhan gedung di beberapa tempat yang belum ditemukan tim SAR, TNI-AD, Polri, para relawan maupun dari tim rescue negara asing.

"Untuk hari ini tim kami berhasil kembali menemukan korban yang tertimbun dalam reruntuhan gedung di Hotel Ambacang Kota Padang Sumatera Barat", katanya.

Dari data yang diperoleh Sarkolat PB Sumbar Jumlah korban tewas yang telah ditemukan akibat gempa 7,6 di Sumatra Barat (Sumbar) hingga Minggu malam terus bertambah dan telah mencapai 605 orang.

Sumber :
ANTARA