
JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa hari ini Jakarta terus diguyur hujan lebat. Bersiaplah, kemungkinan hujan masih akan turun hingga 8 Oktober. Demikian informasi yang dilansir situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, Senin (5/10). Hujan deras tidak hanya terjadi di Jakarta, tapi juga di sejumlah wilayah di Indonesia.
Menurut BMKG, hujan turun karena pengaruh aktivitas badai tropis "Parma" di Laut Cina Selatan dan "Melor" di Samudera Pasifik sebelah Timur Filipina. "Kedua badai tropis ini memengaruhi kondisi atmosfer di wilayah Indonesia, terutama di bagian utara dan barat serta di sekitar ekuator," tulis BMKG.
Kondisi suhu muka laut di Samudera Hindia Barat Sumatera, Laut Cina Selatan, dan Samudra Pasifik di sekitar wilayah Indonesia masih cukup hangat sehingga masih memberikan suplai uap air yang cukup ke wilayah Indonesia.
Kelembaban udara di sebagian besar wilayah Indonesia juga cukup tinggi sehingga memdukung pertumbuhan awan pertumbuhan awan-awan hujan terutama di Indonesia bagian barat dan utara serta di sekitar ekuator.
Selain itu, adanya aktivitas konvektif terkait dengan temperatur yang cukup tinggi pada siang hari yang merupakan aktivitas atmosfer berskala lokal di sebagian wilayah Indonesia perlu diwaspadai karena berpotensi menimbulkan hujan lebat yang disertai angin kencang dan petir dalam waktu yang tidak terlalu lama.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang adalah:
- Pesisir barat Sumatera
- Sebagian besar Sumatera
- Pesisir timur Sumatera bagian utara dan tengah
- Jawa bagian barat
- Kalimantan bagian barat, timur, dan tengah
- Sulawesi bagian barat, tengah, dan selatan
- Sebagian besar wilayah Maluku
- Papua bagian barat, utara, dan timur