JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah dua dari empat DPO teroris, yakni Bagus Budi Pranoto alias urwah dan Ario Sudarso alias Aji, tewas dalam penggerebekan Densus 88 di Jebres, Solo, hari ini, Jumat (9/10), dua rekannya diberitakan tewas dalam penyergapan polisi di Ciputat, Tangerang Selatan.
Mereka adalah Mohamad Syahrir alias Aing dan Syaifudin Zuhri bin Djaelani Irsyad alias Ustaz Syaifudin Zuhri alias Udin alias Sole yang adalah kakak beradik. Keduanya juga merupakan kakak ipar Ibrohim, korban tewas dalam penggerebekan di Temanggung, yang juga disebut-sebut sebagai calon pelaku bom bunuh diri dalam aksi pengeboman berikutnya.
Ciri-ciri Syaifudin Zuhri adalah tinggi badan 165 cm, bentuk kepala bulat, bentuk alis sedang, warna mata hitam, dan bentuk bibir tebal. Pria yang lahir 13 Februari 1977 itu memiliki ciri khusus, yaitu kantong mata berwarna hitam. Alamat terakhirnya di Perum Telaga Kahuripan, Parung, Bogor, Jawa Barat. Syaifudin Zuhri berperan sebagai perekrut pengebom bunuh diri.
Sementara itu, Mohamad Syahrir lahir di Jakarta, 25 Juli 1968, adalah kakak Udin. Mohammad Syahrir mempunyai ciri fisik tinggi badan 165 cm, bentuk kepala bulat, warna mata hitam, bentuk alis dan bentuk bibir tipis. Pria tersebut tidak mempunyai ciri khusus.
Mohamad Syahrir memiliki paspor bernomor A.167383, yamg masih berlaku. Pria tersebut memiliki dua alamat terakhir di Kompleks Garuda Blok C1 No 6A RT 06/16 Kp Melayu Teluk Naga, Tangerang, Banten. Alamat kedua di Jl Giring-giring II/104 RT 09/10 Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Djaelani Irsjad, ayah kakak beradik Aing dan Udin, punya delapan anak. Secara berurutan, mereka adalah Dermo Prihatno (DP), Anugerah (An), Muhammad Syahrir (Aing), Sabil Kurniawan (Abing), Syaifudin Zuhri (Udin), Sucihani (istri Ibrohim), Subhi (Cu'i), dan Eri. Putranya yang ketiga, Mohamad Syahrir alias (Aing), dan kelima, Syaifudin Zuhri alias Udin alias Sole, inilah yang diberitakan tewas hari ini.