TANGERANG, KOMPAS.com — Penghuni kos-kosan dan warga sekitar terkejut oleh penggerebekan Tim Densus 88 di Jalan Semanggi II RT 02 RW 03 Kelurahan Cempaka Putih, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Tim Densus tampaknya berkerja cepat sehingga penghuni dan warga tak menyadari gerak kelompok anti-teror itu.
Ahmad Damiyati, penghuni kamar nomor 14 yang letaknya bersebelahan dengan kamar teroris, mengatakan bahwa saat penggerebekan oleh Tim Densus 88, ia sedang mandi sebelum shalat Jumat. Saat itu, ia mendengar suara ledakan keras dan langsung menghentikan aktivitas mandinya dan segera berpakaian.
Ketika keluar dari kamar mandi, ia melihat sudah ada 5 anggota Densus 88 di dalam kamar. Mereka langsung meminta mahasiswa UIN itu untuk meninggalkan kamar kos secepatnya. "Saya keluar kamar udah penuh asap. Saya lari ke bawah terus menjauh dari kosan. Enggak pake sandal. Saya liat di tangga, di bawah kosan udah banyak polisi," kata dia kepada Kompas.com, Jumat (9/10).
Begitu pula penghuni lain, Rudi (21), mahasiswa UIN yang tinggal di kamar nomor 12 lantai dua. Peristiwa itu terjadi tepat ketika ia akan meninggalkan kamar untuk shalat. Begitu membuka pintu kamar, ia terkejut lantaran langsung berhadapan dengan wajah anggota Densus 88.
"Pas buka pintu langsung hadap-hadapan sama polisi. Saya kaget banget, langsung jatuh. Terus disuruh polisi keluar kamar. Pas lari saya jatuh lagi," ungkapnya.
Lain lagi cerita Amah (55), warga yang tinggal persis di samping kanan kos-kosan. Saat ledakan terjadi, ia hanya berpikir telah terjadi ledakan tabung gas. Tanpa khawatir sedikit pun, ia tetap mengeluarkan jemuran ke luar rumah. "Pas saya keluar, udah banyak polisi pake baju item-item. Saya langsung disuruh minggir," ucap dia.

