SOLO, KOMPAS.com — Rumah tempat tewasnya gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top, di Kampung Kepuhsari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Solo, hingga kini setiap harinya masih ramai dikunjungi warga, seperti tampak pada Jumat (9/10).
Meski demikian, kunjungan warga tidak sepadat dua pekan pertama setelah penyergapan pada 17 September lalu. Rumah yang rusak parah akibat penyergapan ini selalu dijaga polisi berseragam dan tidak berseragam.
Ramainya kunjungan menyebabkan kemunculan usaha dadakan yang digarap warga setempat, seperti parkir dan penjualan makanan yang diberi nama unik, yakni gendar pecel dan lotis Noordin M Top.
Rencananya, rumah ini akan mulai diperbaiki mulai Senin pekan depan. Pemilik rumah, Sri Indarto, mengungkapkan bahwa dirinya telah dihubungi oleh petugas dari Mabes Polri yang mengatakan akan memperbaiki rumah dan mengembalikannya seperti semula. Hari Kamis lalu, rumahnya sudah mulai diukur oleh pemborong yang ditunjuk untuk mengerjakan perbaikan.

