TANGERANG, KOMPAS.com — Informasi mengenai daftar pencarian orang (DPO) yang menjadi pengebom Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton rupanya tidak diperhatikan oleh warga. Masyarakat tidak mengingat wajah-wajah para buronan tim Densus 88 tersebut.
Seperti yang terjadi pada warga RT 2 RW 3 Kelurahan Cempaka Timur, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan, tidak pernah menyadari kalau dua buronan berada di sekitar lingkungan mereka. Warga baru menyadari adanya teroris di lingkungan mereka setelah tim Densus 88 melakukan penggerebekan pada sebuah rumah kos yang diduga sebagai tempat persembunyian Syaifudin Zuhri dan M Syahrir. "Kalau berita ya lihat, tapi tidak hafal mukanya," ujar Eni, warga yang rumahnya tepat di samping lokasi penggerebekan, kepada Kompas.com, Sabtu (10/10).
Eni menuturkan, saat DPO diumumkan oleh pihak Mabes Polri, dirinya tidak terlalu memerhatikan dengan jelas wajah masing-masing buronan. Hanya beberapa nama yang ia ingat.
Hal senada disampaikan, Galih (35), warga lain. Meski selalu mengikuti pemberitaan mengenai DPO teroris, ia tidak hafal dengan wajah masing-masing teroris tersebut. Pria berkulit coklat itu hanya mengetahui pihak kepolisian memburu empat orang terkait peledakan Bom Kuningan.
"Tahu ada buronan, tapi enggak sangka kalau ada di deket kita sendiri," ucapnya.
Pada Jumat (9/10) tim Densus 88 Antiteror Mabes Polri melakukan penggerebekan pada rumah kos milik Amsah yang berlokasi di RT 2 RW 3 Kelurahan Cempaka Timur, Kecamatan Ciputat, Tangerang Selatan. Rumah kos tersebut diduga menjadi tempat persembunyian buronan teroris. Penggerebekan tersebut menewaskan dua orang yang diduga sebagai Syaifudin Zuhri dan M Syahrir.