Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 10:59 WIB
Memarkir Sepeda di Pusat Perbelanjaan
| jimbon | Senin, 12 Oktober 2009 | 07:22 WIB
|
Share:

 

KOMPAS.com — Matahari siang masih membakar kulit saat Inu Febiana mengayuh sepedanya ke Mal FX Lifestyle X’nter. Kemacetan di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, ditembus dengan mudah oleh anggota Bike to Work ini. Matanya berbinar melihat rangkaian pipa logam yang menjadi tempat parkir sepeda.

Saya ingin mencoba tempat parkir sepeda yang baru di mal ini. Terharu juga ada tempat yang dikhususkan untuk parkir sepeda,” kata Inu saat peresmian tempat parkir sepeda di mal tersebut, Jumat (9/10).

Bagi pedagang yang berjualan secara individu ini, sepeda adalah kendaraan hariannya. Meski memiliki sepeda motor dan mobil, Inu lebih suka mengayuh sepeda untuk mengantarkan barang-barang dagangannya dari kantor ke kantor.

Sayangnya, banyak gedung tidak menyediakan tempat parkir khusus sepeda. Setiap kali masuk ke gedung tertentu, Inu harus menitipkan sepedanya ke pos satpam atau mencari tiang untuk mengikat sepeda dan membayar mahal untuk ongkos parkirnya.

Budi, pegawai di Departemen Pendidikan Nasional yang juga pengguna sepeda, mengaku harus survei lokasi sebelum masuk ke halaman suatu gedung. Jika ada tiang, pagar, atau pos satpam sehingga sepeda dapat diikat, dia baru masuk ke halaman gedung itu.

”Selama ini, kami para pengendara sepeda seperti dianaktirikan di mana saja. Jalur khusus sepeda tidak ada dan tempat parkir pun harus mencari-cari celah,” kata Budi.

Karena sebelumnya terlalu sering tidak mendapat tempat parkir, para anggota komunitas pengendara sepeda itu langsung menyerbu tempat parkir sepeda yang baru disediakan manajemen Mal FX Lifestyle X’nter dan Institut for Transportation and Development Policy.

Tempat parkir di halaman depan Mal FX itu terbuat dari pipa hitam tahan karat yang berdiameter 3 inci. Di tempat parkir itu ban depan dapat diwadahi dan dapat diikat sehingga aman. Jumlah sepeda yang dapat ditampung dalam tempat parkir ini adalah 22 unit.

General Manager Operation Mal FX Lifestyle X’nter Jerry Sondakh mengatakan, pihaknya menyediakan tempat parkir sepeda di halaman lobi guna mendukung gerakan bersepeda sebagai gaya hidup perkotaan yang baru. Selain menyehatkan para pengendaranya, bersepeda juga membantu mengurangi kemacetan dan polusi udara.

”Sebagai pusat gaya hidup, kami mendukung tumbuhnya gaya hidup perkotaan yang baik. Saat ini hanya tersedia 22 selot parkir. Namun, jika peminatnya meningkat, kami akan menambah jumlah tempat parkir sepeda sesuai kebutuhan,” kata Jerry.

Mal FX juga mempunyai fasilitas toilet yang dilengkapi kamar mandi di lantai dua. Fasilitas itu penting bagi pengguna sepeda yang ingin membersihkan badan sebelum menuju ke lokasi yang dituju di dalam mal.

Stefanus Ridwan dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia juga mendukung adanya tempat parkir sepeda di pusat perbelanjaan. Pihaknya akan mengampanyekan penyediaan tempat parkir sepeda di berbagai mal supaya lebih banyak pengguna sepeda yang diakomodasikan. Selama ini, hanya tiga mal yang memiliki parkir sepeda, yaitu Mal FX, Mal EX, dan Plaza Indonesia.

”Tempat parkir sepeda akan mendorong warga pindah dari kendaraan bermotor ke sepeda. Jika banyak pengendara sepeda motor berpindah ke sepeda, para pengelola pusat perbelanjaan akan lebih mudah menyediakan tempat parkir,” kata Stefanus.

Selama ini, tempat parkir sepeda motor tidak pernah mampu mengimbangi pertambahan jumlah sepeda motor. Di Blok M Plaza, kata Stefanus, luas ruang parkir sepeda motor sudah dilebarkan 10 kali lipat, tetapi tidak cukup juga untuk menampung sepeda motor.

Ketua Umum Bike to Work Indonesia Toto Sugito mengatakan, pengelola pusat perbelanjaan dan pengelola gedung perkantoran diharapkan menyediakan tempat parkir bagi pengguna sepeda. Tempat parkir khusus sepeda sangat diperlukan untuk merangsang minat warga Jakarta bersepeda.

Saat ini, pengguna sepeda di Jakarta diperkirakan mencapai sekitar 5.000 orang. Jumlah pengguna sepeda bakal meningkat apabila tempat parkir sepeda juga bertambah, apalagi jika ada jalur sepeda. Bersepeda pasti makin asyik.(Caesar Alexey)

Sumber :
Kompas Cetak