Kamis, 2 Oktober 2014

News / Megapolitan

Foto: Napak Tilas PETA

Sabtu, 17 Oktober 2009 | 17:33 WIB

BOGOR, KOMPAS.com- Perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi, sedikitnya bangsa ini harus berterima kasih kepada perjuangan mereka untuk bangsa ini.

Demikian dinyatakan Wali Kota Bogor Diani Budiarto saat menyambut sekitar 100 orang peserta napak tilas perjalanan pejuang Tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Museum Peta di Jalan Jenderal A Yani, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (17/10) pagi.

Menurut Diani, semangat juang para pejuang Peta berkorban untuk orang lain dan bangsa ini harus dicontoh dan disebarluaskan kepada masyarakat. "Jangan lupa kita berdoa bagi mereka, semoga alam ibadah perjuangan mereka bagi bangsa dan negara ini menjadikan mereka diterima disisi Allah," katanya.

 Adapun Tinton Suprapto, ketua panitia acara tersebut, menjelaskan, 100 orang peserta napak tilas itu terdiri dari pelajar, pramuka, keluara pahlawan, dan keluarga Peta. Napak tilas dimulai Jumat (16/10) pukul 06.00 dari Taman Makam Pahlawan Kalibata lalu ke Rengasdengklok di Kerawang, Penjara Sukamiskin Bandung, Makam Pahlawan Cut Nyak Dien Sumedang, dan berakhir di Museum Peta Bogor, Sabtu pagi.

"Kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Pahlawan, 10 November. Ini sebagai tanda terima kasih kepada para pahlawan dan kami bertekad terus mengingat jasa-jasa para pahlawan pada bangsa dan negara ini," tuturnya.

Sedangkan Panglima TNI Jenderal Joko Santoso dalam sambutannya, yang dibacakan oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal Agustadi Sansongko Purnomo, mengingatkan, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghagai jasa para pahlawannya. "Kita tidak boleh kehilangan nilai-nilai sepiritual perjuangan para pahlawan.

"Saya imbau  dengan nilai sepiritual juang para pahlawan kita satukan hati dan tekad serta rapatkan barisan, mengaktualisasikan nilai-nilai kejuangan sesuai dengan tantangan jaman demi masa depan Indonesia yang berdaulat, bersatu, adil, nakmur, dan sejahtera," katanya.

Adapun  Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah dalam sambutannya yang dibacakan Sekjen Depsos Gazali Situmorang mengatakan, semangat juang para paglawan dalam membela dan mempertahankan kemerdekaaan, harus dapat kita aplikasikan untuk membangun kembali daerah-daerah yang rusak akibat bencana alam.

Pada kesempatan itu panitia acara menyerahkan bingkisan taliasih kepada Ny Basuki Rachmat dan Ny Maria Magdalena Kaesepo (isteri pahlawan Frans Kaesepo). Dipentaskan pula drama satu babak yang mengisahkan perjuangan para angota Peta dalam masa penjajahan Jepang.


Editor : msh