Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:36 WIB
Akhir Oktober, 614 Warga Situ Gintung Terima Bantuan
Pingkan E Dundu | made | Kamis, 22 Oktober 2009 | 18:20 WIB
|
Share:

TANGERANG, KOMPAS.com — Setiap kepala keluarga korban tragedi Situ Gintung, Ciputat, Tangerang Selatan, akan memperoleh bantuan dari dana kemanusiaan dengan jumlah bervariasi antara Rp 2,5 juta dan Rp 20 juta. Jumlah tersebut diberikan berdasarkan tingkat kerugian yang dialami warga pada saat terjadi bencana. Bantuan tersebut akan dibagikan secara bertahap mulai akhir Oktober hingga awal November mendatang.

Demikian salah satu kesepakatan yang dibuat dalam pertemuan Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel), Badan Penanggulangan Bencana, dan para korban tragedi Situ Gintung di Kantor Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Kamis (22/10).

"Dana bantuan ini dibagikan langsung kepada korban bencana melalui rekening Bank Jabar yang dimiliki masing-masing warga," kata Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Tangerang Selatan, Ahadi, seusai pertemuan.

Menurut Ahadi, setiap KK harus memiliki rekening di Bank Jabar. "Bagi mereka yang belum memiliki rekening di bank itu, diwajibkan segera mengurusnya. Warga tidak akan mendapat dana tersebut bila tidak memiliki rekening di bank itu. Ini demi keamanan," papar Ahadi.

Ahadi menjelaskan, pihaknya memberikan kesempatan bagi warga untuk membuat rekening dalam waktu empat hari ke depan. Setiap hari, ditargetkan sebanyak 150 penerima bantuan bisa membuat rekening.

"Kami sudah meminta Bank Jabar untuk mempercepat dan memprioritaskan pembuatan rekening untuk warga korban Situ Gintung," ujar Ahadi. Ia juga meminta agar para ketua RT, RW, dan lurah tidak mempersulit pengurusan surat bagi warga yang tidak punya KTP.

Dalam pertemuan itu, juga telah disepakati bahwa jumlah korban sebanyak 614 KK. Data tersebut merupakan data terakhir yang dihimpun Pemkot Tangsel. Jumlah ini meningkat hingga 50 persen dari data awal, yakni 314 KK. Peningkatan terjadi karena saat pendataan awal, Pemkot Tangsel hanya mencatat warga korban bencana yang tinggal di Wisma Kerta Mukti I dan II. Pendataan tidak mencakup warga yang tinggal di tiga perumahan dan pemilik jaring apung yang ikut menjadi korban dalam tragedi tersebut.

Rp 2,5 juta


Ahadi menjelaskan, berdasarkan hasil kesepakatan bersama, korban yang menerima dana bantuan dibagi dalam beberapa kelompok. Ganti rugi untuk bangunan sekitar Rp 10 juta sampai Rp 20 juta per KK. Untuk bangunan rusak ringan, penerima bantuan akan mendapat ganti rugi sebesar Rp 10 juta, dan bangunan dengan tingkat kerusakan sedang akan menerima bantuan sebesar Rp 15 juta per KK. Sementara itu, bangunan dengan tingkat kerusakan berat akan menerima bantuan sebesar Rp 20 juta per KK.

Dalam kesepakatan itu juga ditetapkan, korban yang meninggal mendapat santunan sebesar Rp 5 juta per jiwa, pemilik usaha jaring apung mendapat Rp 3 juta per orang, pemilik usaha menengah memperoleh Rp 5 juta sampai Rp 10 juta, dan pemilik usaha kecil diberikan ganti rugi sebesar Rp 2,5 juta.

Jumlah bantuan yang terkumpul dan disimpan Pemkot Tangsel mencapai Rp 6,7 miliar. Dari jumlah itu terdapat dana sebesar Rp 1,5 miliar dari bantuan Pemerintah Kabupaten Tangerang yang harus dimasukkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tangerang Selatan. Jumlah yang akan dibagikan kepada warga sebesar Rp 4,9 miliar karena dana sebesar Rp 350 juta lainnya sudah dibagikan kepada para korban menjelang hari raya Idul Fitri lalu.

Koordinator korban, Ari Sulastro, mengatakan bahwa warga menyepakati hasil pertemuan itu karena pada prinsipnya warga menginginkan bantuan itu segera dicairkan. Menurut Ari, bantuan tersebut merupakan modal usaha dan membangun rumah.

Rahmat Chairul, korban lainnya, mengaku bahwa setelah menerima bantuan, mereka akan segera meninggalkan pengungsian di Wisma Kerta Mukti I dan II.

Cecep Rahman mengatakan, warga sudah jenuh tinggal di pengungsian. "Tujuh bulan kami di sini tanpa ada tujuan hidup yang jelas. Kami ingin bangkit lagi dan keluar dari sini," ujar Cecep.