Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:39 WIB
Asyik, Pencemaran Udara di Jakarta Menurun
Hertanto Soebijoto | hertanto | Minggu, 25 Oktober 2009 | 14:24 WIB
|
Share:

KOMPAS/AGUS SUSANTO
Saat diberlakukan hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), Jalan Jenderal Sudirman di Minggu pagi menjadi tempat olah raga bagi warga Jakarta dan sekitarnya.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) tampaknya cukup efektif mengurangi pencemaran udara di DKI Jakarta. Berdasarkan hasil kajian Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI, rata-rata kadar debu (PM-10) berkurang 34 persen, karbon monoksida (CO) 68 persen, dan nitrogen monoksida (NO) 80 persen.

"Hasil kajian kami ini dilakukan selama 14 hari, yakni tujuh hari sebelum pelaksanaan HBKB dan tujuh hari setelah pelaksanaan HBKB. Jadi, HBKB ini sudah cukup efektif menekan pencemaran udara di DKI," kata Peni Susanti, Kepala BPLHD DKI Jakarta, di sela-sela HBKB di Jalan Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (25/10).

HBKB di Jalan Sudirman-Thamrin kali ini terlihat lebih ramai dari kegiatan yang pernah dilaksanakan sebelumnya. Lebih dari 15.000 orang memadati Jalan Thamrin hingga Bundaran Hotel Indonesia. Begitu juga di Jalan Sudirman, di sana juga terlihat banyak komunitas sepeda mengayuh sepeda hingga Patung Pemuda.

Deputi Gubernur Bidang Budaya dan Pariwisata Aurora Tambunan melepas langsung jalan santai 10.000 langkah bersama Anlene di Bundaran HI.

Dalam rangka HBKB, kata Peni Susanti, sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin ditutup 06.00-14.00. Kegiatan ini juga dimeriahkan dengan sepeda santai yang diselenggarakan Yayasan Jantung Indonesia dengan melibatkan 1.200 peserta.

"Selain itu, kami juga lakukan sosialisasi lingkungan hidup. Lihat saja, banyak anggota kami yang memakai kostum lucu-lucu," ujar Peni.

Seperti terlihat, banyak komunitas yang mengenakan kostum binatang, mengenakan aksesori daun, dan sebagainya.

Peni menjelaskan, pelaksanaan HBKB di DKI selalu diselenggarakan dua kali dalam sebulan, yakni setiap minggu terakhir setiap bulan diadakan di Jalan Sudirman–Thamrin, dan minggu kedua setiap bulan di setiap wilayah secara bergantian.

Upaya itu bertujuan menurunkan beban pencemaran udara yang dihasilkan emisi gas buang kendaraan bermotor. Selain itu, hal ini juga sebagai upaya menyadarkan masyarakat tentang efisiensi penggunaan kendaraan bermotor pribadi dan meningkatkan kualitas udara.

Tidak hanya itu, HBKB mempunyai dampak sosial yang cukup tinggi karena dijadikan wadah untuk berinteraksi, bersosialisasi, dan berekreasi antar-masyarakat Jakarta.

Sumber :
Berita Jakarta