Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 01:34 WIB
Fokuskan PAUD pada Pengenalan Lingkungan
Eny Prihtiyani | latief | Selasa, 27 Oktober 2009 | 19:18 WIB
|
Share:

M.LATIEF/KOMPAS.COM
Ilustrasi: "Sekarang ini masih ada sebagian penyelenggara pendidikan prasekolah yang memaksakan memberikan materi akademis kepada anak didiknya. Jangan ada pemaksaan, mereka memang belum siap," kata Kasie Dikdas PAUD Suyanto.

TERKAIT:

BANTUL, KOMPAS.com — Pendidikan anak usia dini (PAUD) seharusnya tidak mengajarkan membaca, menulis, dan berhitung. Fokusnya harus lebih banyak diarahkan pada pengenalan lingkungan sekitar dengan menggunakan metode bermain.

Secara emosional dan kejiwaan, anak usia prasekolah belum siap menerima materi yang sifatnya akademis. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Pendidikan Dasar dan PAUD Bantul Suyanto pada penyelenggaran pelatihan kader PAUD di Pendapa Parasamya Bantul, Selasa (27/10).

"Sekarang ini masih ada sebagian penyelenggara pendidikan prasekolah yang memaksakan memberikan materi akademis kepada anak didiknya. Jangan ada pemaksaan, mereka memang belum siap," katanya.

Menurutnya, PAUD lebih banyak difokuskan untuk mengenalkan kondisi lingkungan sekitar agar anak-anak bisa lebih mudah beradaptasi. Mereka juga diajarkan perilaku hidup sehat serta budaya masyarakat setempat.

"Setelah masuk TK, unsur akademis baru boleh diberikan. Itu pun dengan harus tetap menggunakan metode bermain yang membuat hati mereka gembira," katanya.

Pelatihan kader PAUD tersebut diikuti sebanyak 563 peserta. Pelatihan bertujuan memberikan bekal bagi calon pendidik agar bisa mengajar sesuai kondisi anak-anak. Para peserta berasal dari lima kecamatan, yakni Dlingo, Piyungan, Imogiri, Kretek, serta Pajangan.

Dalam sambutannya, Ketua PKK Kabupaten Bantul Ida Idham Samawi mengatakan, masa emas pertumbuhan terjadi pada usia balita. Sekitar 50 persen perkembangan otak terjadi pada usia 0-4 tahun, 30 persen pada usia 4-8 tahun, dan 20 persen lagi pada usia 9-16 tahun.

"Pendidikan anak tidak hanya bergantung pada penyelenggara PAUD, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitar," ujarnya.

Dari segi jumlah, PAUD di Bantul masih belum mencukupi. Saat ini tercatat ada 513 PAUD. "Idealnya minimal ada satu PAUD tiap dusun. Di Bantul ada 933 dusun, jadi masih kurang sekitar 333 PAUD lagi," ujarnya.

Sumber :
Kompas Cetak