Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 18:36 WIB
Kejati Banten Mengaku Belum Terima Laporan Situ Antap
Cyprianus Anto Saptowalyono | Glo | Kamis, 29 Oktober 2009 | 11:20 WIB
|
Share:

KOMPAS/PINGKAN E DUNDU
Situ Antap di Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Senin (26/10).

TERKAIT:

SERANG, KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi Banten mengaku hingga saat ini belum menerima laporan soal pengurukan Situ Antap di Tangerang Selatan, baik dari warga maupun Walikota Tangerang Selatan. Namun, pihak Kejaksaan Tinggi Banten berjanji akan memproses, bila surat tersebut sudah sampai.

Demikian dikatakan Kepala Kejaksaan Tinggi Banten Abdul Wahab Hasibuan di Serang, Banten, Kamis (29/10) ketika dikonfirmasi apakah sudah menerima laporan dari warga dan Walikota Tangerang Selatan terkait persoalan tersebut.

Situ Kayu Antap, atau sering disebut Situ Antap, di Tangerang dalam kondisi memprihatinkan. Situ yang terletak di dekat Situ Gintung itu kehilangan lebih dari separuh lahannya. Lahan konservasi ini semakin terancam karena diambil alih dan dimiliki perorangan.

Situ Antap terletak di wilayah RT 06 dan RT 08 RW 02, Rempoa. Terlihat pagar beton kokoh setinggi sekitar 3 meter mengelilingi situ seluas 1,48 hektar. Pagar itu menyatu dengan tembok pembatas sebuah kompleks perumahan mewah yang tepat berdampingan dengan Situ Antap. Tidak ada satu celah pun di antara pagar beton itu yang memungkinkan warga sekitar mendekati tepi situ.

Beberapa waktu silam, Wali Kota Tangerang Selatan M Shaleh mendesak kegiatan pengurukan Situ Antap harus dihentikan. Desakan disampaikan menyusul adanya aktivitas pengurukan kembali yang dilakukan pengembang perumahan mewah tadi.

Rencana perluasan pembangunan perumahan kian meresahkan warga di sisi barat, selatan dan utara kawasan itu. Meski lahan itu telah ditembok dan diuruk, warga sudah merasakan dampaknya. Akibat penyempitan saluran, rumah warga di sekitar tembok tergenang air. Sebagian besar warga mengeluh mulai kekurangan air tanah.

 

Advertorial
»