Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 11:58 WIB
Mahasiswa Setia Mogok Makan
Frans Agung Setiawan | msh | Kamis, 29 Oktober 2009 | 20:30 WIB
|
Share:

FRANS AGUNG
Penghancuran bekas kantor Walikota Jakbar di Jl. S Parman daerah Grogol Jakbar dimulai dari mengikis teras lobi. Tampak bagian tersebut mulai hancur, Senin (25/10).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak tahan dengan situasi tak menentu, sedangkan penerangan di eks kantor Wali Kota Jakarta Barat tak menyala, mulai malam ini sekitar pukul 21.00 para mahasiswa Setia akan mogok makan.

"Aksi ini dimulai oleh Ketua Senat Setia," kata Alexander Dimu, Ketua Senat Setia, Kamis (29/10) malam ini.

Menurut dia, mereka akan berhenti mogok makan jika mereka mendapatkan listrik kembali. Masih dalam satu rangkaian bentuk protes dan pengharapan, lanjut Dimu, Jumat (30/10) besok malam pukul 20.00 akan ada doa bersama di gedung eks kantor Wali Kota Jakbar.

Para mahasiswa ini bisa tinggal di situ karena kampus dan asrama mereka di Kampung Pulo, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, ditutup paksa oleh warga sekitar pada tanggal 27 Juli 2008. Alasannya, karena mengganggu ketenangan penduduk padat walau diduga juga ada unsur SARA di sana.

Akibatnya, mahasiswa dan beberapa staf pengajar yang kebanyakan dari luar Jawa ditempatkan oleh Pemprov DKI Jakarta di Trasito Kalimalang, bekas kantor Wali Kota Jakbar, dan Buperta Cibubur.

Yang di Cibubur kini bergabung ke bekas kantor Wali Kota Jakbar. Sayangnya, lahan bekas kantor tersebut sudah resmi dimiliki Yayasan Sawerigading melalui putusan pengadilan. Yayasan inilah yang melakukan pembongkaran bekas kantor Wali Kota Jakbar.

Menurut rencana, para mahasiswa Setia ini akan dipindahkan ke bekas kantor Transmigrasi di Tanjung Priok, Jakarta Utara, tetapi sampai saat ini belum ada kejelasan karena tempat tersebut dinilai tidak layak. Yang pasti, sampai saat ini mereka tidak mendapat aliran listrik.