Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 12:05 WIB
Wali Kota Tak Tegas, Pengembang Terus Uruk Situ Antap
Pingkan E Dundu | hertanto | Minggu, 1 November 2009 | 19:42 WIB
|
Share:

KOMPAS/PINGKAN E DUNDU
Situ Antap di Rempoa, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Senin (26/10).

TERKAIT:

TANGERANG, KOMPAS.com - Perintah penjabat Wali Kota Tangerang Selatan, M Shaleh untuk menghentikan pengerukan Situ Kayu Antap atau disebut Situ Antap, Rempoa, Ciputat Timur, sama sekali tak digubris pengembang perumahan terbatas, Beranda Townhouse. Hingga Minggu (1/11), aktivitas pengurukan masih terus berlangsung.

Sejauh pengamatan, sejak pagi hingga siang, aktivitas pengiriman tanah dari kapling Sawo, di Jalan Veteran, Ciputat Timur ke kawasan pengembangan lahan perumahan Beranda Townhouse (berjarak sekitar 1 kilometer) masih terjadi. Tiga sampai empat truk dari kapling Sawo masuk ke lokasi pengurukan melalui kawasan komplek perumahan Taman Rempoa Indah. Pengangkutan tanah tersebut kali ini dikawal oleh oknum keamanan tanpa menggunakan seragam.

Menurut warga RW 02 yang tinggal di sekitar pagar tembok Situ Antap, tak jauh dari pintu masuk dan keluar truk, aktivitas pengiriman tanah dilakukan sejak pukul 09.00 hingga 18.00 WIB.

"Magrib sudah enggak ada lagi truk yang masuk," kata Ahmad, warga RW 02.

Seorang penjaga di kapling tempat penampungan tanah urukan di kapling Sawo, yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, membenarkan, tanah tersebut akan digunakan untuk menguruk lahan di Beranda Townhouse tersebut. Tanah ditampung di kapling kosong tersebut. "Tanah ini diambil dari Gunung Sindur, Parung, Bogor," ujar petugas itu.

 

Tak tegas

Sekretaris Tim Pengembalian dan Pelestarian Fungsi Situ Kayu Antap, Nukman Husaini menilai, aktivitas pengurukan masih tetap terjadi merupakan bukti ketidaktegasan penjabat Wali Kota Tangerang Selatan, M Shaleh terhadap pengembang.

"Sejak awal Oktober, wali kota sudah berkoar-koar minta pengembang menghentikan aktivitas pengurukan karena keabsahan sertifikat hak milik atas lahan tersebut sedang diusut. Tapi, sampai sekarang aktivitas Situ Antap masih terus diuruk," ujar Nukman yang mengatasnamakan warga sekitar Situ Antap.

Nukman meragukan keseriusan wali kota mengembalikan situ kepada fungsi awalnya. "Warga jadi bingung, apakah benar wali kota serius menegakkan hukum dan mengembalikan fungsi situ ini menjadi resapan air? Apakah benar, wali kota sudah menegur pengembang dan menyuruh menghentikan pengurukan?" kata Nukman.

Seperti diberitakan, Wali Kota Tangerang berulang kali menyebutkan, pihaknya meminta pengembang menghentikan aktivitas pengurukan karena Pemerintah Kota Tangerang Selatan akan mengembalikan fungsi situ itu sebagai daerah resapan dan penampungan air. Kepada media massa, wali kota juga sempat menyatakan mengancam pengembang akan melakukan penyegelan atas kegiatan pengurukan tersebut.

Menurut Nukman, jika perintah penghentian pengurukan sudah disampaikan namun pengembang masih tetap menguruk lahan Situ Antap berarti wali kota tidak memiliki wibawa di mata pengembang.

Juru bicara Beranda Townhouse, Tonison Ginting, Minggu, membenarkan, aktivitas pengembangan lahan perumahan tersebut masih terus dilakukan hingga saat ini. Langkah itu diambil karena sejauh ini, kata Ginting, pihaknya belum pernah mendapat surat pemberitahuan mengenai perintah penghentian aktivitas pengurukan.

"Secara sah, tanah ini adalah milik kami. Jadi, apapun aktivitas yang ada di lahan itu adalah hak kami. Atas dasar apa mereka mau menghentikan kegiatan di lahan ini. Toh tanah ini milik kami," tambah Ginting.

Dalam catatan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Situ Antap adalah satu dari 9 situ yang ada di Tangerang Selatan. Situ lainnya adalah Situ Cirata, Pamulang, Bungur, Rompong, Legoso, Gintung, Parigi, dan Situ Kuru (sudah hilang).

Situ Kayu Antap atau dikenal dengan Situ Antap, terbentuk secara alami menjadi penampungan air untuk kawasan yang berada di sekitarnya, sisi Timur, Barat, dan Selatan merupakan dataran tinggi.

Sementara, sisi Utara merupakan dataran rendah dan tempat mengalirnya air menuju Kali Pesanggaran Bintaro hingga Daerah Aliran Sungai (.DAS) Angke. Situ Antap merupakan rangkai yang alirannya menyatu dengan Situ Gintung dan Situ Rompong.

Air dari Situ Gintung mengalir ke Situ Rompong kemudian ke Situ Antap. Jika Situ Antap hilang, air dari sebagian Siu Gintung dan Situ Rompong tidak lagi mampir ke Situ Antap sehingga mengancam bagian dataran rendah di bagian sisi Utara Situ Antap.