JAKARTA,KOMPAS.com — Ratusan mahasiswa Sekolah Tinggi Injili Arastamar (Setia) menyiramkan air dari kolam Bundaran Hotel Indonesia yang mereka ambil dengan puluhan ember ke Gedung Balai Kota, Jakarta, Senin (2/11). Sebelumnya, mereka melakukan aksi berjalan kaki (longmarch) dari Bundaran Hotel Indonesia menuju Gedung Balai Kota.
Aksi menyiram gedung yang menjadi Kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan Gubernur Fauzi Bowo ini dimaksudkan sebagai simbol aksi protes mereka atas dihentikannya pasokan air dan listrik oleh Pemprov DKI Jakarta di lokasi penampungan mahasiswa Setia, eks Gedung Wali Kota Jakarta Barat. Akibatnya, halaman Balai Kota yang biasanya bersih dan terawat menjadi becek tergenang air.
Seperti yang diberitakan, sejak dua pekan lalu, Pemprov DKI Jakarta telah menghentikan pasokan air dan listrik lokasi penampungan tersebut. Hal ini dilakukan menyusul rencana penggusuran Gedung eks Wali Kota Jakarta Barat karena sudah tidak lagi berstatus milik Pemprov DKI Jakarta.
Dalam orasinya, mahasiswa Setia menuntut Pemprov DKI Jakarta agar segera memberikan fasilitas berupa tempat yang layak untuk melangsungkan aktivitas perkuliahan. "Kami butuh air dan listrik. Juga tempat yang benar-benar layak untuk kegiatan belajar," kata Marolop, koordinator aksi.
Setelah berorasi selama sekitar 20 menit, akhirnya lima orang perwakilan mahasiswa Setia diperkenankan masuk Gedung Balai Kota untuk menyampaikan aspirasinya. Mendapat pengawalan ketat dari kepolisian, aksi ini berlangsung damai. Hanya saja, arus kendaraan di Jalan Medan Merdeka Selatan menjadi sedikit tersendat akibat aksi tersebut.

