Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 12:22 WIB
Diduga Jadi Arena Mesum Rumah Makan Dibakar Massa
IGN sawabi | Abi | Rabu, 4 November 2009 | 12:35 WIB
|
Share:

ilustrasi

MATARAM, KOMPAS.com - Dua rumah makan di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai rawan dari amuk massa, sehingga Pengkot Mataram lebih intensif melakukan pengawasan khususnya terhadap dua rumah makan tersebut.
     
"Pihaknya melakukan pengawasan untuk menghindari terulang kembali aksi warga yang membakar dua rumah makan di Sayang-Sayang karena diduga sebagai tempat mesum," kata Walikota Mataram, H.Moh. Ruslan kepada wartawan di Mataram,  Rabu.
     
Puluhan warga Sayang-sayang pada Sabtu (31/10) membakar dua rumah makan (bukan kafe), yakni Rumah Makan Yuli dan Ririye di Jalan A. Yani, Sayang-sayang karena diduga sebagai tempat berbuat mesum.
     
Walikota tidak bersedia menyebutkan nama dan dimana lokasi dua rumah makan yang kini rawan menjadi amuk massa. Pokoknya berada di Kota Mataram, karena jika disebutkan nama dan lokasinya dikhawatirkan pemilik dua rumah makan tersebut akan kabur.
     
Pemkot Mataram dengan cepat bertidak tegas terhadap rumah makan yang menyalahgunakan izin, seperti yang dilakukan terhadap empat buat rumah makan di sayang-sayang dua diantaranya musnah dibakar.
     
Pembakaran dua rumah makan yang dilengkapi tempat karaoke itu hendaknya dijadikan pelajaran bagi rumah-rumah makan lainnya di daerah ini. "Kita tetap menyebut rumah makan, karena selama ini pihaknya belum pernah mengeluarkan izin untuk kafe yang ada adalah izin rumah makan," katanya.
     
Sebelumnya, DPRD Kota Mataram, mendukung pembakaran dua buah rumah makan di Sayang-Sayang jika benar rumah makan tersebut digunakan sebagai tempat karaoke dan mesum. "Sebab apa yang dilakukan oleh kedua rumah makan tersebut tidak sesuai dengan motto Kota Mataram, yakni Maju dan Religius," kata anggota DPRD Kota Mataram, H. Usni Tamrin.
     
Beberapa waktu lalu dirinya pernah ke kampung Sayang-Sayang dan suara dentuman atau musik karaoke terdengar jelas sampai ke perkampungan sehingga tidak perlu disalahkan masyarakat.

Sumber :
ANT