Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 05:19 WIB
Seruan Reformasi Polisi dan Jaksa Mulai Terdengar
Agnes Rita Sulistyawaty | made | Kamis, 5 November 2009 | 17:30 WIB
|
Share:

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Warga melintas di samping mural berisi ajakan antikorupsi di kawasan Senayan, Jakarta, Senin (02/11). Perlawanan terhadap koruptor disuarakan oleh berbagai kalangan yang peduli terhadap penegakan hukum.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Seruan reformasi bagi aparat kepolisian dan kejaksaan mulai terdengar, Kamis (5/11). Seruan disampaikan demonstran yang tergabung dalam Dewan Muda Lintas Agama atau DMLA di muka Istana Presiden.

DLMA mengajak masyarakat dan semua pihak untuk memanfaatkan momentum perseteruan cicak vs buaya, sebagai pintu masuk untuk mendesakkan perlunya reformasi total terhadap aparat penegak hukum di Indonesia, khususnya polisi dan jaksa.

"Kuncinya ada di Presiden SBY. Kami mendesak SBY sebagai pemegang mandat kekuasaan eksekutif tertinggi untuk membersihkan kepolisian dan kejaksaan dari buaya-buaya yang menggerogoti keadilan dalam proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," ucap M Izzul Muslimin, salah satu peserta aksi damai ini.

Dalam aksi kali ini, peserta juga mengimbau kepada Presiden untuk mengambil tindakan tegas terhadap pimpinan Polri dan Kejaksaan Agung yang terbukti tidak bisa menjaga wibawa kepolisian dan kejaksaan sebagai institusi penegak hukum yang pro keadilan.