JAKARTA, KOMPAS.com - Seruan reformasi bagi aparat kepolisian dan kejaksaan mulai terdengar, Kamis (5/11). Seruan disampaikan demonstran yang tergabung dalam Dewan Muda Lintas Agama atau DMLA di muka Istana Presiden.
DLMA mengajak masyarakat dan semua pihak untuk memanfaatkan momentum perseteruan cicak vs buaya, sebagai pintu masuk untuk mendesakkan perlunya reformasi total terhadap aparat penegak hukum di Indonesia, khususnya polisi dan jaksa.
"Kuncinya ada di Presiden SBY. Kami mendesak SBY sebagai pemegang mandat kekuasaan eksekutif tertinggi untuk membersihkan kepolisian dan kejaksaan dari buaya-buaya yang menggerogoti keadilan dalam proses penegakan hukum dan pemberantasan korupsi," ucap M Izzul Muslimin, salah satu peserta aksi damai ini.
Dalam aksi kali ini, peserta juga mengimbau kepada Presiden untuk mengambil tindakan tegas terhadap pimpinan Polri dan Kejaksaan Agung yang terbukti tidak bisa menjaga wibawa kepolisian dan kejaksaan sebagai institusi penegak hukum yang pro keadilan.


