MEDAN, KOMPAS.com - Ribuan rumah, sejumlah sekolah dan fasilitas umum lainnya di Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara (sekitar 85 kilometer dari Medan), Jumat terendam banjir kiriman dari Sungai Bahilang yang meluap.
Sedikitnya lima kelurahan di Kecamatan Tebing Tinggi Kota terendam air setinggi satu setengah meter dan dikhawatirkan ketinggian air akan meningkat, karena hujan masih terus mengguyur kota "lemang" tersebut.
Kelurahan yang paling parah terendam banjir kiriman terbesar selama tahun 2009 ini yakni Kelurahan Persiapan, Bandar Sono, Mandiling, Pasar Baru dan Kota, sehingga sebagian besar penduduk telah mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Banyak warga yang terpaksa menyelamatkan barang-barang perabotan rumah tangga ke pinggir jalan atau tempat lebih aman, sementara pihak Pemko Tebing Tinggi telah membagi-bagikan bahan makan kepada penduduk yang rumahnya terendam air.
Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Syahril Hanfzain bersama muspida setempat turun langsung ke lokasi banjir sambil menyerahkan bantuan beras.
Edi Suwardi (41), seorang warga Jalan Sakti Lubis Tebing Tinggi, mengatakan, air mulai menggenangi perumahan penduduk pada Kamis malam sekitar pukul 20.00 WIB, tetapi pada Jumat siang luapan air kian tinggi mencapai 1,5 meter.
Sungai Bahilang yang melintasi Kota Tebing Tinggi, kawasan hulunya berada di Kabupaten Simalungun dan air sering meluap terutama pada musim hujan dan selama 2009 saja sudah empat kali terjadi banjir, kata Edi.
Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa maupun kerugian dialami warga akibat banjir tersebut, namun sejumlah sekolah terpaksa diliburkan dan masjid tidak bisa digunakan shalat Jumat.

