JAKARTA, KOMPAS.com — Berbeda dengan penampilannya saat berbicara di depan anggota Komisi III DPR untuk menjelaskan duduk perkara penahanan dua pimpinan (nonaktif) KPK, Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah, pekan lalu, Senin (9/11) pagi ini di Istana Negara, Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri bungkam dan terus berkilah.
Wartawan yang mengejarnya seusai mengikuti upacara penganugerahan gelar pahlawan bagi 12 tokoh oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kapolri langsung menghindar. "Pak, tim independen mulai meragukan kepolisian, apa komentar Bapak?" tanya wartawan. "Nanti saja, nanti," jawabnya sambil terus berjalan.
"Pak, di DPR kemarin bapak menerangkan bahwa penahanan terhadap Bibit-Chandra didasarkan pada testimoni Antasari. Namun, kemarin Antasari bilang, dia pun tak yakin bahwa dua rekannya itu menerima suap. Bagaimana ini Pak?" tanya Kompas.
Mendengar pertanyaan itu, Kapolri makin menerobos kerumunan wartawan. "Nanti saya jelaskan di depan DPR," tegasnya sambil sesekali tangannya menampik sejumlah mike milik wartawan untuk kemudian meninggalkan para pemburu berita. Lucunya, begitu cepatnya Kapolri berjalan, menyebabkan sang istri yang juga hadir di dalam acara itu tertinggal di belakang.

