Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 13:09 WIB
Wah, 90 Desa di Jambi Terendam Banjir
Benny N. Joewono | bnj | Selasa, 10 November 2009 | 14:55 WIB
|
Share:

KOMPAS/ADI SUCIPTO K
ilustrasi

JAMBI, KOMPAS.com - Sedikitnya 90 desa tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Jambi terancam digenangi banjir atau terendam air jika turun hujan yang cukup lebat.

Kepala Dinas PU Provinsi Jambi Nino Guritno di Jambi, Selasa (10/11) mengatakan, puluhan desa tersebut berada di bantaran sungai dan di dataran rendah serta daerah cekungan, sehingga bila musim hujan selalu digenangi air.

"Untuk mengantisipasi kerugian dan korban yang ditimbulkan, sejak dini warga yang bermukim di daerah tersebut telah diingatkan supaya tetap waspada," katanya.

Selain puluhan desa, juga ratusan hektare lahan kawasan industri, pertanian, peternakan dan lainnya juga digenangi air pada musim hujan.

Warga dan pengusaha yang berda di lahan rawan banjir, sejak dini diingatkan untuk berupaya meminimalisasi genangan dan kerugian yang ditimbulkan, dengan membuat saluran dan membersihkan selokan yang ada.

Dinas PU provinsi, kota dan kabupaten juga sudah menyiapkan puluhan ribu karung dan ratusan bronjong untuk membendung dan menghambat air untuk tidak sampai masuk ke permukiman dan lahan pertanian.

Dalam keterangan terpisah, Sekda Provinsi Jambi AM Firdaus mengatakan, dalam mengantisipasi musibah banjir dan tanah longsor instansi terkait diingatkan supaya mulai meningkatkan kesiagaan dan terus memantau perkembangan cuaca.

Perkembangan cuaca itu harus disosialisasikan pada masyarakat, dan pengguna jasa transportasi, supaya dapat digunakan acuan dalam perjalanan dan mengantisipasi bahaya yang ditimbulkan.

Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Disnakertrans), diingatkan untuk menyiagakan berbagai peralatan dan bantuan, seperti pangan, sandang dan papan.

"Bagaimana pun musim hujan dan bahaya yang akan ditimbulkan tidak bisa dicegah, namun meminimalisasi kerugian dan mencegah timbulnya korban jiwa, masih bisa dilakukan," kata Firdaus.

Sumber :
ANT