KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Ogah Direlokasi, Puluhan Delman Monas Serbu Balai Kota DKI
Laporan wartawan KOMPAS Agnes Rita Sulistyawaty
Rabu, 11 November 2009 | 11:48 WIB
HAMZAH ARFAH
Delman makin berkurang setelah dilarang beroperasi di sekitar kawasan Monumen Nasional (Monas).
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan kusir delman yang tergabung dalam Persatuan Perjuangan Delman Betawi (PPDB) memarkir delmannya di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/11). Mereka memprotes kebijakan Pemda yang melarang operasional delman di kawasan Monas.

Para kusir mendesak pemerintah mencabut pelarangan operasional delman. Setelah berorasi, para kusir memajukan delman hingga ke batas pagar Balai Kota. Pelarangan operasional delman diberlakukan sejak akhir Oktober.

Sebelumnya, para kusir beroperasi setiap Sabtu dan Minggu di kawasan Monas.

Seperti diberitakan, Pemerintah Kota Jakarta Pusat berencana memindahkan operasi delman di sekitar Monas ke Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Namun, rencana itu ditolak para kusir.

Alasannya, di sana sudah ada puluhan kusir delman beroperasi. Selain itu, mereka juga tidak ingin nantinya malah dianggap mengambil lahan rezeki mereka.

Mereka berharap, para kusir delman yang biasa beroperasi di sekitar Monas tidak dipindahkan ke Ragunan. Mereka juga meminta pemerintah tidak tergesa-gesa membuat kebijakan baru. Lebih-lebih bila kebijakan tersebut merugikan para kusir karena anak istri bakal ikut susah.

Kebijakan penutupan kawasan Monas mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 101 Tahun 2009 tentang Pelimpahan Wewenang Pengelolaan Kawasan Monas dan surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta Nomor 153 Tahun 2006 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pengelolaan Monas.

Mulai Januari 2010, pengelolaan kawasan Monas menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Jakarta Pusat.

Editor: hertanto Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.