JAKARTA, KOMPAS.com — Almarhum Direktur PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen pernah mengeluh pada Endang Muhammad Hasan (62), ayah Rani Juliani, bahwa ia akan dicelakai oleh Antasari Azhar.
Hal itu terjadi pada pertengahan Januari 2009, sepulang dari Kendari bersama Rani, istri Nasrudin. "Waduh Pak, sepertinya ada orang yang akan mencelakakan saya," kata Endang Muhammad Hasan (62), ayah Rani, mengulang perkataan Nasrudin di rumahnya dalam sidang kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen di PN Jaksel, Kamis (12/11).
Menurut Endang, Nasrudin kemudian menyebut nama Antasari sebagai pihak yang diduga akan mencelakakan dia. Indikasinya adalah Antasari tahu keberadaannya di Kendari. "Lah, telepon saya disadap kok," ujar Endang mengulang kata Nasrudin.
Lebih lanjut, Endang memaparkan bahwa Nasrudin berencana melaporkan Antasari ke DPR terkait kejadian di Jakarta dan Kendari dengan saksi Rani. Namun, ia mengaku tidak tahu apa kejadian yang dimaksud. "Zul (Nasrudin), kalau bisa kamu selesaikan secara kekeluargaan dan baik-baik. Beliau (Antasari) orang besar, saya orang kecil," ungkap Endang keberatan terhadap niat Nasrudin mengadu ke DPR.
Mendengar permohonan Endang, sontak Nasrudin tertunduk. "Ya sudahlah. Paling-paling saya mati," ucap Nasrudin sebagaimana diulang Endang.
Terhadap kesaksian Endang, Antasari keberatan. Khususnya soal penyebutan dirinya sebagai pihak yang akan mencelakakan Nasrudin. "Kami keberatan, majelis," kata Antasari singkat.


