GRESIK, KOMPAS.com — Rumah pasangan Sujono dan Yayuk di Perumahan Cerme Indah, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, pada Rabu (11/11) malam, terbakar saat keduanya bekerja.
Saat itu di rumah hanya ada anaknya yang masih kelas I SMP, Aam. Saat itu aliran listrik padam, anaknya pun menyalakan lilin. Namun, karena penerangan kurang dan tidak berani sendirian di rumah, sang anak memilih keluar ke rumah tetangganya. Saat ditinggalkan itulah rumah terbakar.
Api membesar dan menghanguskan bagian belakang rumah. Warga memadamkan api dengan peralatan seadanya. Api baru bisa dipadamkan setengah jam kemudian. Meskipun tidak ada korban jiwa, perabotan rumah tangga terbakar dengan nilai kerugian sekitar Rp 10 juta.
Sementara di tempat lain, rumah Juhariyah, warga Dusun Padang, Desa Suwari, Kecamatan Sangkapura, terbakar saat dirinya sedang mengisi botol bensin eceran di dalam rumah. Tiba-tiba dari bawah bensin tersebut terlihat percikan api yang diperkirakan berasal dari obat nyamuk bakar. Api pun menyambar botol dan jeriken berisi bensin di sekitarnya.
Korban dan anaknya berlari ke luar rumah untuk menyelamatkan diri dan meminta tolong warga. Namun, kurang dari satu jam api sudah melalap rumah semipermanen berbahan kayu miliknya. Juhariyah mengalami luka ringan di kaki. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 25 juta.


