Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 21:32 WIB
Jika Merekayasa, Adik Nasrudin Ancam Habisi Wiliardi
Leo Sunu | ksp | Kamis, 12 November 2009 | 16:38 WIB
|
Share:

PERSDA NETWORK/BIAN HARNANSA
Terdakwa kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen, Williardi Wizar (kanan) saat memberikan pengakuan mengejutkan dalam sidang dengan terdakwa Antasari Azhar (kiri) hingga menangis di PN Jaksel, Selasa (10/11). Williardi menyebut Irjen Pol Hadiatmoko dan Brigjen Pol Iriawan Dahlan yang menekannya dalam proses pemeriksaan. Dalam persidangan, Wiliardi mengaku Antasari telah dikondisikan oleh sejumlah petinggi Polri. Pengakuannya ini membuat Antasari menitikkan air mata karena terharu.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Adik Dirut PT Putra Rajawali Banjaran Nasrudin Zulkarnaen, Andi Syamsuddin, mengancam akan menghabisi Wiliardi Wizar jika kesaksiannya dalam persidangan Antasari Azhar hanya merupakan rekayasa.

Andi secara tiba-tiba menyambangi Wiliardi di tahanan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (12/11), saat jeda istirahat jalannya pengadilan. Ia pun sempat menemui dan berbincang-bincang dengan Wiliardi dan istrinya, Novarina.

"Saya tidak ngomong apa-apa. Hanya ingin bertemu saja. Saya tanya mudah-mudahan kesaksiannya itu sudah sesuai dengan hati nurani. Kalau dia merekayasa, saya mau habisi dia," kata Andi seusai menemui Wiliardi.

Dalam kesempatan tersebut, Andi juga mengungkapkan keinginannya untuk turut menjadi saksi di persidangan. "Saya akan meminta jaksa, hakim, dan pengacara bisa menampilkan saya sebagai saksi. Insya Allah dengan kehadiran saya sebagai saksi ada titik terang," ungkapnya.

Seperti yang diberitakan, Wiliardi mengungkapkan adanya intimidasi yang dilakukan oleh petinggi kepolisian. Ia mengatakan, pada tanggal 29 April 2009 ia telah menandatangani BAP kasus pembunuhan yang menjerat mantan Ketua KPK Antasari Azhar. Namun, kemudian Wiliardi mengaku dipaksa untuk mengubah BAP dengan intimidasi dari sejumlah petinggi Polri.