Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 06:10 WIB
Musim Hujan Datang, Kuliah Setia Terganggu
Frans Agung Setiawan | wsn | Jumat, 13 November 2009 | 11:57 WIB
|
Share:

FRANS AGUNG
Jeritan Mahasiswa Setia yang tinggal di eks Kantor Walikota Jakarta Barat. Sampai sekarang nasib mereka belum jelas, Jumat (13/11).

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Jakarta mulai didatangi musim hujan. Daerah yang biasa tergenang mulai bersiap diri. Namun bagi mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Theologia Injili Arastamar (Setia) yang biasanya tinggal di Kecamatan Makassar Jakarta Timur, banjir adalah pengalaman baru saat menempati gedung eks Kantor Walikota Jakarta Barat.

Mereka menempati bangunan tua ini karena mereka secara paksa diusir dari kampus dan asrama oleh warga. Setelah setahun lebih tinggal di sana, kini mereka harus meninggalkan tempat tersebut karena sudah dimiliki oleh Yayasan Saweri Gading. Dari 6 blok, yayasan telah merobohkan bangunan blok satu dan dua. Di ujung penantian nasib, mereka diberi "kesempatan" untuk merasakan banjir.

Hujan Kamis (12/11) kemarin membuat ruang belajar mereka di lantai satu terendam. "Kampus dulu gak pernah banjir. Rasanya sedih karena tidak bisa belajar," kata Rejeki Gea, mahasiswa Theologia semester 7 di Jakarta, Jumat (13/11). Menurut mahasasiwa asal Nias itu, gangguan belajar tidak hanya dari alam tapi dari kegaduhan dari pembongkaran gedung. "Aktivitas alat berat sangat mengganggu, karena ribut sekali. Tidak bisa belajar," ujar Rejeki.

Andriani, mahasiswi Setia PG SMP semester satu, mengaku tabah menghadapi ketidakjelasan nasib mereka. Sekalipun ia yang berasal dari Sulawesi Selatan ini masih baru, ia tidak kapok. "Bahkan saya berharap supaya Pemda bisa membantu kami pindah ke lokasi yang baru. Ke tempat yang layak untuk belajar," tuturnya.

Sampai sekarang nasib mereka belum jelas. Lobi Yayasan Setia dengan Pemda DKI Jakarta tampaknya belum ada hasilnya. Waktu terus berjalan, pembongkaran terus berjalan, aktivitas kuliah tak bisa dihentikan dan alampun mulai memasuki musin hujan. Sampai kapan mereka menanti...