JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerintah mengklaim telah berhasil menekan pemadaman bergilir di Jakarta. Pemadaman yang diakibatkan kerusakan interbus transformer atau trafo di Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) Kembangan dan Cawang, yang berbuntut kehilangan daya 1.000 MW, kini berhasil ditekan menjadi 170 MW. Hal ini ditegaskan Wakil Presiden Boediono saat memberi keterangan pers di kantor Wapres, Jakarta, Jumat (13/11) siang.
Boediono menjelaskan, pengurangan kehilangan daya dilakukan dengan mengoptimalkan berbagai solusi. "Saya telah meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Darwin Zahedy Saleh dan Dirut PT PLN Fahmi Mochtar mempercepat perbaikan," ujarnya.
Menurut Wapres, seraya menanti perbaikan, pemerintah telah mengganti pasokan dengan membeli listrik dari pembangkit di sekitar Jakarta yang penyalurannya tidak melalui kedua trafo.
Mantan Menko Perekonomian ini menjelaskan, pemerintah mempercepat pengoperasian trafo di GITET Balaraja, dan proyek turbin gas Muara Karang. Percepatan ini untuk mengatasi masalah kerusakan di GITET Kembangan.
Adapun untuk GITET Cawang, pemerintah memindahkan sebagian beban trafo di Cawang ke GITET Depok dan Bekasi. "Pemerintah juga membeli daya Argopantes, Cikarang Listrindo, dan Bekasi Power Total sebesar 89 MW," urainya.
Mantan Gubernur BI ini mengemukakan, pemerintah saat ini tengah mengganti trafo dengan cadangan dari GITET Krian, Sidoarjo. Peralatan dari Perancis dan Jepang juga sudah tiba di Cawang. "Paling lambat pertengahan Desember, perbaikan ini selesai. Dan besar kemungkinan selesai pada minggu pertama Desember," katanya.
