JAKARTA, KOMPAS.com — Beberapa kawasan Jakarta langsung banjir walau musim hujan baru saja datang. Kawasan Jalan Sabang Jakarta Pusat dan sekitarnya terendam setelah hujan mengguyur 2 jam saja. Hal ini terjadi karena ada 3 persoalan.
Demikian diungkapkan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo di Balai Kota Jakarta, Jumat (13/11). Pertama, karena pompa besar di Tarakan baru bisa dioperasikan pada Desember 2009. Saat ini, pompa yang berfungsi untuk menyedot spot di daerah Jalan Sabang dan sekitarnya ke Sungai Cideng masih dalam perbaikan. “Kapasitasnya sedang ditambah,” kata Fauzi Bowo yang akrab dipanggil Foke ini.
Menurut Foke, masalah kedua adalah sepertiga sampai dua pertiga saluran air dipenuhi dengan sampah dan timbunan lumpur. "Ini perlu dibersihkan, sampai 80-90 persen bagiannya bisa dilewati aliran air," katanya.
Terakhir, karena masyarakat Jakarta yang masih belum sadar membuang sampah pada tempatnya. Sampah yang tercecer membuat saluran air tersumbat dan banjir. “Saya yakin, yang kemarin itu (banjir di Jalan Sabang) karena sampah selain soal pompa,” ungkap Foke.


