Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 21:47 WIB
Desember, Pasokan Listrik Bakal Bertambah 915 MW
Wahyu Satriani Ari Wulan | msh | Jumat, 13 November 2009 | 19:09 WIB
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Pekerja laundry Saporette menunggu waktu di antara cucian yang menumpuk karena pemadaman bergilir di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (11/11). Akibat pemadaman lebih dari 4 jam, pemilik laundry harus menanggung rasa kecewa pelanggannya yang terdiri dari sejumlah hotel akibat cucian terlambat dan biaya ekstra lembur 30 karyawannya untuk bekerja hingga pagi.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah memastikan akan ada tambahan pasokan listrik sebesar 915 mega watt pada Desember nanti guna menjamin ketersediaan listrik pada tahun 2010. Pasokan listrik ini merupakan bagian dari proyek 10.000 mega watt tahap I yang dicanangkan pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa merinci, pasokan listrik berasal dari pembangkit di Labuan sebesar 2 X 300 MW dan 1 unit pembangkit di Rembang, Jateng sebesar 315 MW yang dijadwalkan rampung Desember ini. "Akan ada 915 MW pada Desember 2009 nanti," kata Hatta, Jumat (13/11).

Dengan adanya tambahan pembangkit listrik ini, setidaknya warga tidak perlu was-was lagi terhadap ancaman pemadaman listrik seperti yang terjadi beberapa waktu terakhir ini.

Selain itu, dalam enam bulan kedepan diharapkan rampung sejumlah pembangkit lainnya, di antaranya di lokasi Suralaya 625 MW, Paiton660 MW, Rembang 315 MW, dan di Indramayu 330 MW. Hatta berharap, pada awal 2010 nanti akan ada tambahan pasokan listrik sebesar 2610 MW.

"Jadi awal 2010 akan masuk 2.610 MW. Terus tahun 2011 ada 5.819 MW, begitu terus hingga nanti pada 2013 rampung 10.000 MW tahap I," tuturnya. Dia juga optimistis proyek listrik 10.000 MW tahap II yang tengah disiapkan pemerintah akan berhasil.

Proyek ini akan dibangun lebih dari 9.900 MW dengan rincian di Jawa 4300 MW dan luar Jawa 5.600 MN. Bila pada proyek 10.000 tahap I pemerintah menugaskan PLN untuk membangun, namun untuk tahap II ini akan diberikan kesempatan kepada swasta untuk menjadi pengembang (Independent Power Producer/IPP).

"Tidak mungkin pengembangan pembangkit listrik dibebankan pada PLN sendiri, sehingga diperlukan swasta," tandas Hatta.