JAMBI, KOMPAS.com - Pendidikan anak usia dini di Provinsi Jambi baru dirasakan 55,43 persen dari sekitar 273.000 anak usia antara 0-6 tahun. Sisanya, anak-anak yang kebanyakan berada di pedesaan masih belum terjangkau PAUD.
Kepala Subbagian Perencanaan Dinas Pendidikan Provinsi Jambi Syaid Jafar, Jumat (13/11) di Jambi mengungkapkan, angka partisipasi murni pendidikan anak usia dini di Jambi sampai tahun 2009 adalah 55,43 persen yaitu dari sekitar 273.000 anak usia 0-6 tahun di seluruh wilayah di Jambi yang terlayani PAUD baru 55,43 persennya. "Mereka yang belum terlayani PAUD kebanyak ada di pedesaan-pedesaan terpencil," ungkap Syaid.
Perluasan pelayanan PAUD di Jambi, menurut Syaid, masih menghadapi beberapa kendala, seperti banyak orangtua belum sadar pentingnya PAUD. Kesadaran iu belum terbangun. Selama ini yang dipahami pendidikan itu mulai ya mulai SD. "Padahal sesuai banyak penelitian, pada usia 0-6 tahun itu 80 persen kecederdasan anak dibangun," katanya.
Selain itu, juga masih rendahnya kompetensi para tenaga pendidik PAUD. Secara umum, ungkapnya, tenaga pendidik PAUD adalah tamatan SMA yang tidak memiliki latar belakang pendidikan PAUD dan pengalaman mendidik anak usia dini. "Untuk mengatasi itu, diperkaya dengan pelatikan dan pendidikan," ucapnya.
Ia mengemukakan, pemerintah provinsi Jambi saat ini terus melakukan upaya percepatan perluasan akses PAUD sampai pelosok desa. Salah satu langkah yang sudah ditempuh adalah bekerja sama dengan organisasi-organisasi perempuan sepetri PKK (pemberdayaan kesejahteraan keluarga), Aisyah Muhammadiyah, Muslimat NU, dan Badan Kerjasama Organisasi Wanita. "Disamping itu kami menggalakan program posyandu yang terintegrasi dengan PAUD, disamping fokus kesehatan, juga melayani PAUD sehingga ini semakin merata," ucapnya.
Perluasan akses PAUD selain dibiyai APBD juga didukung dana APBN dan mendapat dukungan dari Bank Dunia, dan bantuan pengembangan dari Belanda. Tahun 2009, alokasi APBD Jambi untuk sektor pendidikan anak usia dini, ungkap Syaid mencapai Rp 7 miliar. "Untuk perluasan PAUD , kita buka bantuan kepada kelompok masyarakat yang ingin membuka PAUD, tetapi ini melalui seleksi," katanya.


