KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Margonda yang Tidak Nyaman dan Aman
Minggu, 15 November 2009 | 12:00 WIB
KOMPAS/ALIF ICHWAN
Tanpa menghiraukan keselamatan, penumpang motor yang melintas di Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, ini memaksakan diri membawa bingkai besar.

JAKARTA, KOMPAS.com — Pernahkah Anda melihat ruas jalan raya tanpa trotoar? Jika belum, melintaslah di Jalan Margonda Raya, Depok, yang membentang dari gapura "Selamat Datang Kota Depok" hingga kantor Wali Kota Depok.

Belum lama ini Jalan Margonda Raya dipugar. Ruas jalan sebelah kiri mengalami pelebaran nyaris dua kali lipat dari lebar semula. Pelebaran ini dilakukan karena satu alasan, yaitu lebar jalan yang ada tidak lagi mampu menampung jumlah kendaraan yang melintas. Memang, jalan utama Kota Depok ini terkenal dengan kemacetannya yang bikin orang frustrasi.

Julian Ade, seorang mahasiswa yang tinggal di kawasan Margonda Raya, mengatakan, kawasan ini semakin ramai dalam empat tahun terakhir. "Banyak perubahan, penduduk dan kendaraannya makin ramai. Banyak mal jadi banyak orang. Macetnya makin panjang. Dulu macet paling sampai Detos (Depok Town Square), sekarang dari gerbang selamat datang saja sudah macet," ujarnya.

Pelebaran jalan ternyata tidak memecahkan masalah kemacetan di Margonda Raya. Deretan panjang kendaraan tetap mengular setiap saat. Celakanya, pelebaran jalan malah mengorbankan hak pejalan kaki.

Tidak ada lagi trotoar di sisi jalan. Tidak ada tepian jalan yang bebas aspal. Tidak ada ruas yang memisahkan tepi jalan dengan pintu pertokoan di sepanjang jalan.  Pepohonan di ruas kiri pun dikorbankan untuk pelebaran. Margonda Raya tampak semakin gersang dan didominasi oleh nuansa abu-abu jalanan.

Pejalan kaki yang ingin melintas di Margonda terpaksa harus terimpit di antara pertokoan dan lalu lalang kendaraan. Risiko terserempet kendaraan makin besar. "Kalau kendaraan sampai ke sini (tepi jalan), terganggu. Kalau macet juga terganggu. Enggak ada trotoar sih. Seharusnya kalau buat pejalan kaki ada trotoar," ujar Devi, Minggu (15/11).

Senada dengan Devi, seorang pejalan kaki lain, Agus, pun merasa tidak aman lagi berjalan di Margonda Raya. "Kurang aman. Kemarin saya hampir keserempet motor. Sudah enggak aman, jalan pun tidak nyaman karena kendaraan makin banyak," ujar Agus.

Penulis: C12-09   |   Editor: mbonk Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.