MEDAN, KOMPAS.com - Perusahaan Listrik Negara sangat berkepentingan terhadap keinginan membangun sendiri proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Asahan III. Selain untuk menambah daya mampu, proyek tersebut akan semakin menekan biaya pokok produksi listrik di Sumatera Utara.
Menurut Deputi Hukum dan Komunikasi PLN Pembangkitan Sumatera bagian Utara Marodjahan Batubara, PLN sangat berkepentingan untuk membangun sendiri proyek PLTA Asahan III, karena akan sangat menekan biaya pokok produksi (BPP) listrik di Sumut. Dia mengungkapkan, BPP PLTA yang sudah beroperasi 20 tahun hanya mencapai Rp 50 perKwh. Sangat jauh selisihnya dengan harga jual listrik dari PLN ke pelanggannya yang rata-rata mencapai Rp 650 perKwh.
"Kami tentu saja sangat berkepentingan agar PLTA Asahan III dibangun sendiri, mengingat proyek ini akan menekan BPP. Sebuah PLTA yang telah dioperasikan lebih dari 20 tahun BPP-nya hanya Rp 50 perKwh. Pada tahun-tahun awal, BPP PLTA juga tidak akan lebih dari Rp 300 perKwh," ujar Marodjahan di Medan, Minggu (15/11).
Rendahnya BPP PLTA tentu saja membuat PLN bersikukuh tak akan memberikan proyek PLTA Asahan III kepada perusahaan swasta. Sebagai perbandingan, BPP listrik di Sumut saat ini rata-rata mencapai Rp 1.700 perKwh. Kondisi ini karena 75 persen pembangkit di sistem kelistrikan Sumut menggunakan bahan bakar minyak (BBM) berupa solar dari jenis high speed diesel (HSD) maupun marine fuel oil (MFO).
Beberapa tahun lalu PLN pernah menolak menandatangani permohonan perjanjian jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) PT Mega Power Mandiri yang ingin membangun PLTA Asahan III. Alasan PLN saat itu, mereka ingin membangun sendiri proyek PLTA Asahan III.
Menurut Marodjahan, PLN juga sangat berkepentingan terhadap penambahan daya mampu sistem listrik Sumut yang saat ini masih sangat terbatas. Saat ini daya mampu sistem listrik Sumut mencapai 1.300 megawatts (MW), dengan beban puncak mencapai 1.200 MW. Cadangan daya yang ada tak mampu menghindari terjadinya pemadaman jika salah satu pembangkit utama menjalani pemeliharaan.
Seperti yang terjadi dalam beberapa hari terakhir, saat PLN melakukan pemeliharaan terhadap PLTG Belawan, terjadi defisit hingga 180 MW. PLN lanjut Marodjahan terpaksa melakukan pemadaman bergilir di sejumlah kawasan hingga proses pemeliharaan selesai.
"Makanya kami juga sangat berkepentingan terhadap pembangunan PLTA Asahan III. Proyek ini tentu akan menambah daya mampu sistem listrik Sumut jika selesai dikerjakan PLN," katanya. PLN rencananya membangun PLTA Asahan III dengan kapasitas 2x87 MW.
General Manager PLN Proyek Induk Pembangkit dan Jaringan Sumut, Aceh dan Riau Bintatar Hutabarat mengatakan, Gubernur Sumut Syamsul Arifin sebaiknya jangan berlama-lama memberikan izin lokasi kepada PLN. Saat ini PLN terkendala membangun PLTA Asahan III karena Syamsul memberikan izin lokasi justru kepada perusahaan swasta.
"Kalau PLN kan sudah jelas memiliki dana dari JBIC (Japan Bank for International Cooperation), sementara kalau diserahkan ke swasta, mereka belum tentu punya dana. Nanti malah lama lagi penyelesaiaannya, karena swasta mesti mencari dana dulu kemana-mana. Lihat saja PLTU Sarulla yang dibangun Medco, sampai sekarang belum juga jelas pendanaannya," kata Bintatar.
