JAKARTA, KOMPAS.com — Tujuh reserse Polsektro Limo, Depok, diperiksa Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya menyusul insiden penembakan terhadap seorang sopir angkot yang sedang bermain judi hingga menyebabkan kematian di Depok, Jawa Barat, pada Selasa (17/11) malam.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli kepada wartawan, kemarin siang, membenarkan tentang pemeriksaan tujuh polisi itu. "Semua yang bertugas pada saat kejadian diperiksa untuk mencari siapa yang melakukan penembakan," tutur Boy.
Ketujuh polisi tersebut adalah Bripka I, Bripka F, Briptu Y, Briptu IS, Briptu IN, Briptu U, dan Briptu D. Boy menjelaskan, jika dalam pemeriksaan nanti terbukti ada kesalahan prosedur dalam penggeberekan yang mereka lakukan, Bidang Propam akan melakukan sidang kode etik terhadap mereka. "Sanksi paling berat ya bisa diberhentikan dengan tidak hormat," tuturnya.
Namun, tutur Boy, kasus itu masih menunggu hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Bidang Propam. Sementara itu, hingga kemarin, jenazah korban masih diotopsi untuk keperluan pemeriksaan. Rencananya, setelah diotopsi akan diserahkan kepada keluarga.
Korban penembakan itu bernama Subagio bin Suparmo. Berdasarkan hasil otopsi di RS Polri Kramat Jati, sopir angkot ini mengalami luka tembak di bagian dada, tepat melukai jantung. Sebelumnya diperoleh informasi, Subagio juga mengalami luka tembak di kaki dan bokong.
Tewasnya Subagio berawal ketika dia bersama tiga kawannya sesama sopir angkot main judi domino di sebuah rumah di pinggir Jalan Raya Limo, Pangkalan 25 RT 06 RW 01 Limo, Depok, Selasa. Mereka pasang taruhan Rp 2.000 per orang. Main judi itu dilakukan untuk sekadar mengisi waktu luang sebelum kembali narik penumpang.
Arena judi itu kemudian dilaporkan oleh masyarakat ke polisi. Beberapa menit kemudian datang sejumlah anggota Polsek Limo yang menumpang Toyota Kijang warna biru tua. Para anggota tim buru sergap itu turun dan langsung mendobrak pintu rumah yang dijadikan tempat bermain judi. Keruan saja Subagio dan beberapa sopir angkot kaget dan ketakutan. Mereka tak bisa berkutik ketika dibekuk.
Beberapa warga di sekitar lokasi penggerebekan itu sempat mendengar suara letusan senjata api sebanyak tiga kali. Setelah itu, polisi berjumlah tujuh orang itu membawa empat pemain judi keluar rumah yang digrebek tadi.
Dari empat orang itu, satu di antaranya adalah Subagio yang sudah tak berdaya karena mengalami luka tembak. Subagio lalu dimasukkan ke mobil dan dibawa ke Rumah Sakit Prikasih, Pondok Labu, Jakarta Selatan.
Lantaran kondisinya kritis, pihak rumah sakit menolak menangani Subagio. Petugas bergegas membawanya ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Akan tetapi, dalam perjalanan Subagio mengembuskan napas terakhir.
Kejadian itu membuat para sopir angkot protes. Apalagi, setelah mendengar kabar bahwa Subagio meninggal dunia. Tidak menerima kejadian itu, malamnya, para sopir angkot yang tergabung dalam sebuah paguyuban sopir angkot mendatangi Polsektro Limo, Depok. Mereka meminta Brigadir Satu IS yang diduga menembak Subagio ditindak tegas.
