Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 03:04 WIB
Cicak Vs Buaya di Bundaran HI
Leo Sunu | msh | Kamis, 19 November 2009 | 15:33 WIB
|
Share:

JAKARTA,KOMPAS.com- Sejak bergulirnya kisruh KPK dan Polri atau di media massa sering disebut sebagai kisruh cicak vs buaya, belakangan ini Bundaran Hotel Indonesia seakan tak pernah sepi dari aksi demonstrasi.

Kawasan ini menjadi salah satu lokasi favorit bagi berbagai elemen masyarakat untuk menyatakan aspirasi dan dukungannya terhadap institusi tertentu. Terutama dalam kisruh yang terjadi antara KPK dan Polri.

Sepekan lalu, masyarakat sudah melihat besarnya gelombang dukungan yang diberikan oleh berbagai elemen masyarakat yang tergabung dalam forum facebookers. Mereka menggelar aksi mendukung KPK dan dua pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Rianto dan Chandra Hamzah.

Dalam aksinya ketika itu, mereka meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono benar-benar memperhatikan apa yang menjadi rekomendasi Tim Delapan.

Aksi ini pun banyak mengundang simpati dari banyak tokoh publik hingga ke kalangan artis. Sebut saja pengamat komunikasi politik Effendy Ghazali, pengamat politik Yuddy Latif, mantan aktivis Sri Bintang Pamungkas, dan berbagai aktivis LSM lainnya ikut serta dalam aksi ini. Sementara dari kalangan artis, para musisi seperti Franky Sahilatua, Slank, Oppie Andaresta, hingga Once Dewa ikut turun kejalan menyatakan dukungan kepada Bibit-Chandra.

Dalam dua hari belakangan ini "bandul" di Bundaran HI tampaknya berayun ke kelompok massa yang lain, yakni para pendukung Polri/Kejaksaan Agung.

Aksi-aksi mendukung Polri dan menuntut dibubarkannya Tim Delapan bentukan Presiden SBY sebelumnay sudah muncul di daerah-daerah. Nah, ketika Tim Delapan menyampaikan rekomendasi, dan dengan demikian tim itu sebenarnya sudah menyelesaikan tugasnya, aksi besar-besaran pun bergulir.

Para pengunjuk rasa datang ke Bundaran HI mengunakan bus-bus besar. Mereka bukan hanya dari Jakarta dan sekitarnya, tetapi juga dari daerah-daerah di Jawa Barat.

Aksi serupa juga terjadi hari ini, Kamis (19/11). Meski tak sebesar kemarin, aksi kali ini masih menyampaikan apirasi yang sama. Slain memberikan dukungan kepada Polri dan Kejaksaan Agung, mereka juga meminta secara tegas agar proses hukum terhadap Bibit dan Chandra terus dilanjutkan.

Sejak pagi tadi hingga siang ini, setidaknya ada dua demonstrasi mendukung Polri di Bundaran HI. Laskar Jayakarta dan Gabungan Mahasiswa Jakarta Anti Korupsi secara tegas meminta agar Bibit dan Chandra ditahan.

"Kami mau dukung Bapak Kapolri supaya tidak takut sama KPK. Polisi sudah melakukan tugas dengan benar sehingga perlu didukung," kata salah satu peserta aksi. Sementara para pendukung Bibit-Chandra dan KPK hingga kini belum terdengar lagi gaungnya pascarekomendasi Tim Delapan.

Kepada para wartawan yang meliput, para pendukung Polri ini menyatakan bahwa aksi mereka ini didasarkan atas keperihatinannya beerkait kisruh yang terjadi antara dua institusi penegak hukum tersebut. "Kami mendukung Polri karena memang sudah tugas dia untuk menegakkan hukum. Kalau ada yang salah ya memang harus dibawa ke pengadilan," kata salah seorang peserta aksi dari Gabungan Mahasiswa Jakarta Anti Korupsi.

Diperkirakan aksi-aksi serupa masih akan terus bergulir selama kisruh yang terjadi antara lembaga penegak hukum ini terselesaikan. Sejauh ini, tak sekalipun massa pendukung dari dua institusi tersebut pernah berseteru ataupun terjadi benturan-benturan fisik dilapangan.

Akan tetapi, itu bukan tidak mungkin terjadi kalau Presiden SBY tak segera mengambil sikap yang jelas.