Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:30 WIB
Diduga Lilin Menyambar Bensin, Bu Dukuh Tewas
Defri Werdiono | made | Kamis, 19 November 2009 | 21:36 WIB
|
Share:

SLEMAN, KOMPAS.com - Satu orang tewas dan dua lainnya mengalami luka bakar dalam peristiwa kebakaran yang menghanguskan garasi rumah Kepala Dukuh Umbulmartani, Ngemplak I, Kamis (19/11) petang. Kebakaran diduga berasal dari lilin yang kemudian menyambar bensin, mobil, dan tabung gas elpiji.

Korban meninggal adalah Suwarsih (48). Sedang, suaminya yang juga kepala dukuh Umbulmartani, Supriono (50) mengalami luka bakar di tangan. Luka bakar agak parah diderita Pujian (25) anak mereka.

Saat itu juga jenazah Suwarsih langsung dibawa ke Instalasi Forensik RSUP Dr Sardjito Yogyakarta. Sedang Supriono dan Pujiani masih menjalani perawatan di RS Panti Nugroho. Ada kabar, Pujiani akan dirujuk ke RSUP Sardjito.

Menurut penuturan warga saat itu Supriono baru saja membeli bensin menggunakan jeriken. Biasanya, sesampai di rumah bensin dari jeriken itu dipindahkan ke botol-botol kecil berukuran satu liter untuk dijual kembali secara eceran.

Nahas, sore itu kondisi listrik padam, yang disusul dengan hujan lebat. Saat memindahkan bensin itulah, diduga yang bersangkutan memanfaatkan lilin sebagai penerangan. Lilin inilah yang kemudian menyambar tabung gas elpiji dan mobil. Kebetulan, di garasi tersebut terdapat sejumlah tabung gas elpiji berukuran tiga kilogram, yang sengaja dijual ke masyarakat.

“Untungnya, saat itu hujan lebat. Sehingga api bisa dipadamkan secepatnya. Warga bahu-membahu memadamkan api, termasuk memanfaatkan air yang ada di penampungan di bawah jalan kampung,” ujar Susi (25) warga setempat.

Menurut Susi yang dibenarkan beberapa tetangganya, Suwarsih mengalami luka bakar cukup parah. Ia meninggal seketika di lokasi. Sedang Pujianti dan Supriono masih merintih minta tolong. “Saya sempat berlari-lari memberi tahu warga yang lain,” ujar Mbah Warno (70) warga yang lain.

Kepala Kepolisian Sektor Ngemplak Ajun Komisaris Karjiman mengatakan pihaknya belum bisa meminta keterangan dari korban luka karena kondisinya memang belum memungkinkan. Berdasar dugaan sementara, peristiwa ini terjadi akibat lilin yang menyambar bensin dan mobil.

“Memang listrik mati, kemungkinan lilin menyambar bensin saat yang korban berusaha memindahkan ke tempat yang kecil. Ini masih dalam penyelidikan,” ujarnya.