JAKARTA, KOMPAS.com - PT Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jakarta Raya (PLN Disjaya) dan Tanggerang melakukan pendekatan ke sejumlah perusahaan besar di wilayah timur Jakarta untuk menurunkan penggunaan listrik dan beralih menggunakan pembangkit cadangannya (genset). Hasilnya, wilayah ini berhasil menghemat sebesar 150-200 megawatt (MW) pada beberapa waktu terakhir ini.
"Pendekatan sudah kita lakukan, diantaranya dari pabrik baja didaerah timur mencapai 150-200 MW, terutama dari perusahaan seperti Bogasari dan juga Astra kena juga, buat mengurangi listrik mereka," ujar Manager bidang distribusi Disjaya Tangerang Widodo Budinugroho, saat jumpa pers PLN Disjaya dan Tangerang, di MU Cafe, Jakarta, Jumat ( 20/11 ).
Dia menjelaskan, untuk mengatasi krisis listrik di Jakarta pihaknya juga akan menambah pasokan listrik dengan membeli tenaga listik tambahan dari Argo Pantes, Bekasi Power dan Cikarang Listrikindo untuk memperkuat pasokan. Kemudian, pihaknya juga akan mempercepat penyelesaian interBus Transformer (IBT) Cawang dan IBT Kembangan. "Bagaimanapun juga, tentunya cara ini harus dilakukan guna nambah pasokan, dan diharapkan pemakaian pelanggan dibatasi," ungkapnya.
Menurutnya, wilayah Jakarta dan Tanggerang dipasok dari pembangkit listrik Muarakarang dan pembangkit listrik Tanjung Priok serta dari sistem interkoneksi 500 kV melalui Gardu induk tegangan ekstra tinggi bekasi, Cawang, Kembangan, Gandul, Depok, Cilegon, dan Balaraja.


