JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo mengimbau kepada konsumen listrik berskala besar untuk menghemat penggunaan listrik. Imbauan itu antara lain dilakukan dengan cara door-to-door.
Fauzi Bowo mengatakan, penghematan itu dilakukan dengan cara memadamkan lampu-lampu yang tak digunakan pada waktu penggunaan puncak, terutama siang hari. Pemadaman ini utamanya dilakukan oleh kantor-kantor besar dengan konsumsi listrik mencapai 30.000 kVA atau lebih besar. "(Listrik di) kantor pemerintah, pada saat kalau tidak diperluin, semua dimatiin. Kantor pemerintah pusat, semua departemen, instansi terinstruksi dari Menteri Sekretaris Negara," kata Fauzi Bowo kepada wartawan di kantor gurbernur, Jumat (20/11) siang.
"Konsumen besar lainnya (seperti) hotel, mal, pabrik, kalau tidak diperlukan, switch off," lanjutnya.
Ia menambahkan, upaya untuk membujuk konsumen-konsumen tersebut sudah dilakukan oleh pemerintah bekerja sama dengan PLN selaku pemasok listrik. "Ada yang didatangi PLN door-to-door, tapi kita minta bantuan pak lurah juga untuk bersama-sama PLN untuk mengetuk pintu (konsumen)," katanya.
Fauzi menuturkan, dengan berkurangnya konsumsi listrik tersebut, beban PLN akan berkurang sehingga frekuensi pemadaman listrik bisa berkurang. Ini sangat penting mengingat perbaikan Gardu Induk Strategis (GIS) Cawang Baru, Jakarta Timur, yang terbakar September lalu diperkirakan baru selesai pada 19 Desember nanti.
Selain meminta pengurangan konsumsi listrik, Fauzi Bowo juga akan mengundang pihak-pihak swasta untuk menanamkan investasi di bidang kelistrikan. Ini dilakukan agar pemberdayaan listrik tidak hanya menjadi beban PLN. "Pemerintah mengundang siapa saja untuk berinvestasi di bidang powering. Sekarang pun untuk mengurangi keterbatasan ini PLN sudah membeli power dari pembangkit swasta. Misalnya dari Cikarang Listrik, kemudian dari Jababeka," tambahnya.


