Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 22:42 WIB
Tanggul Sudah Dibangun, Banjir Tetap Datang
Benny N. Joewono | bnj | Jumat, 20 November 2009 | 16:40 WIB
|
Share:

KOMPAS/BAHANA PATRIA GUPTA
Ilustrasi banjir

BANDUNG, KOMPAS.com - Tanggul penahan luapan air sungai Citarum di Kampung Cieunteung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, tak dapat menahan tekanan air sehingga terjadi rembesan dan banjir pun tak terelakkan.

"Hampir setiap tahun, setiap memasuki musim hujan kampung Cieunteung selalu banjir. Sekitar 400 rumah warga terendam," ujar penduduk RT 02 RW 08 Kampung Cieunteung Dadan (32), Jumat (20/11).

Kampung Cieunteung, salah satu kampung, yang berada pada daerah aliran Sungai (DAS) Citarum, dengan kontur tanah sama rata dengan tanggul sungai tersebut.

Karena itu, saat air sungai Citarum meluap, Kampung Cieunteung kebagian air. Ketinggian air yang merendam rumah penduduk antara 20 cm hingga 80 cm.

"Genangan air di Kampung Cieunteung bila sedang banjir bisa mencapai ketinggian antara 20 cm sampai 80 cm. Di rumah saya saja, air bisa setinggi pinggang saya," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, Dadan bersama sejumlah penduduk kampung Cieunteung lainnya, kini selalu siaga manakala musim hujan tiba, dan saat permukaan air sungai Citarum meninggi, mereka segera mengemasi barang-baranag untuk diselamatkan.

"Barang-barang yang pertama saya selamatkan pakaian, kemudian barang elektronik. Setelah itu baru barang-barang lain," katanya, yang pada Kamis malam telah mengungsikan anak dan istri ke rumah orangtuanya.

Pemerintah Kabupaten Bandung, telah membangun sebuah tanggul sepanjang sepuluh meter dengan ketinggian 1,5 meter, dalam upaya mengendalikan luapan air Sungai Citarum agar tidak masuk ke perkampungan.

Namun, menurut sejumlah warga Kampung Cieunteung pembangunan tanggul tersebut percuma. Karena kampung tetap terendam banjir, seperti musim hujan tahun lalu.

Sumber :
ANT