KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Warga Kecewa Fauzi Bowo Tak Kunjung Datang
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Sabtu, 21 November 2009 | 08:55 WIB
KOMPAS.COM/LAKSONO HARI WIWOHO
Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga RW 7 dan 8 Kelurahan Lenteng Agung Jakarta Selatan kecewa Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yang berjanji akan datang untuk meninjau lokasi eks tempat pembuangan sampah di bantaran Kali Ciliwung tak kunjung datang sampai pukul 08.30, Sabtu (21/11).

Protes datang dari ibu-ibu yang tergabung dalam komunitas Pendidikan Kesejahteraan Keluarga (PKK). Pasalnya, mereka sudah diminta standby dari pukul 06.00. "Kita udah disuruh ngumpul nih dari jam 6. Katanya acara jam 7. Tapi enggak datang juga. Kita kan mau masak," ujar seorang ibu yang enggan disebutkan namanya.

Satu per satu ibu-ibu yang berkumpul di Jalan Harapan pulang. Beberapa ibu masih bimbang, tetapi tetap sambil mengungkapkan kekesalannya. Di pangkal jalan, tinggal Lurah Lenteng Agung dan beberapa petugas yang bertahan menunggu. Menurut informasi yang diterima warga, Fauzi Bowo mengikuti acara di kawasan Pesanggrahan terlebih dahulu.

"Gimana sih, disiplin kan diajarin dari atas dulu. Ini atasan kok enggak memberi contoh," tegas seorang ibu yang tengah hamil.

Namun, apakah semangat menjaga kebersihan akan luntur? "Ya, enggaklah Mbak. Tapi kecewa juga Mbak, ibu-ibu sudah rajin menyapu kok (Fauzi Bowo) malah enggak jadi datang," ungkap salah satu ibu lainnya.

Para ibu awalnya sangat antusias menyambut rombongan Gubernur. Namun, setelah menunggu begitu lama, semangat mereka pun pudar. Pak Foke, ke manakah dikau?

Editor: wsn Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.