KOMPAS
Rabu, 10 Februari 2010 Selamat Datang  |     |  
Jawara Ciliwung Berkomitmen Bersihkan Ciliwung
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Sabtu, 21 November 2009 | 10:50 WIB
KOMPAS.com/Caroline Damanik
Sekitar 26 anggota Gibass Jawara Ciliwung dilantik oleh Ketua BPLHD Peni Susanti, Sabtu (21/11). Mereka adalah relawan yang akan bekerja membersihkan Kali Ciliwung darii wilayah Srengseng Sawah hingga Tanjung Barat.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Peni Susanti melantik 26 anggota Gibass Jawara Ciliwung. Mereka adalah relawan yang siap berkomitmen membersihkan Kali Ciliwung dan memberdayakan bantaran kali.

"Mereka akan mengawasi, memonitor siapa yang membuang sampah ke kali dan melaporkan kalau ada yang melanggar. Mudah-mudahan Ciliwung bebas dari sampah pada tahun 2012," ujar Peni dalam Kampanye Kali Bersih di SMKN 62 Jalan Camat Gabun II Lenteng Agung, Sabtu (21/11).

Koordinator Jawara Ciliwung Mamit Supriyadi mengatakan, gerakan pembersihan Ciliwung oleh Gibass sudah dimulai sebelum dilantik. Ke depannya, ada sejumlah langkah yang akan diambil. Pertama adalah meneruskan pembukaan jalan setapak di bantaran Ciliwung sepanjang 2,5 km dari RT 1 sampai RT 14 Kelurahan Lenteng Agung. Saat ini baru sekitar 1 km yang dibuka.

"Tujuannya, selama ini bantaran itu kan jarang dilalui, jadi orang enak saja buang sampah. Kalau ada jalan orang enggan buang sampah karena ada orang lewat," tuturnya seusai dilantik.

Di sepanjang jalan setapak itu, Jawara Ciliwung juga akan melakukan penanaman pohon mahoni, jati, trembesi, dan buah-buahan. Saat ini sudah ada 37 bibit pohon mahoni yang ditanam.

"Yang terakhir, pembersihan sampah di Kali Ciliwung dengan perahu, turun ke kali. Sekarang masih gabung dengan Karang Taruna yang punya dua perahu karet," ungkapnya.

Keliling dengan perahu akan dilakukan seminggu sekali. Mamit berjanji akan setia menggerakkan rekan-rekannya untuk giat menjaga kebersihan Ciliwung.

"Saya lakukan karena kalau lihat Kali Ciliwung saya setia. Tahun 70-an itu, saya masih berani minum airnya. Sekarang banyak limbah dari rumah tangga juga produksi," tandas pria berumur 46 tahun ini.

Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.