JAKARTA, KOMPAS.com — Menyambut hari Perikanan Sedunia yang jatuh pada Sabtu (21/11), Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) menggelar aksi damai di Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Koordinator aksi damai KIARA, Abdul Halim, mengatakan, aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan atas krisis pangan termasuk ketersediaan sumber daya perikanan yang dialami umat manusia.
"Dengan jelas dikatakan FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia), lebih dari 1 miliar warga bumi menderita kelaparan akut dan paling banyak adalah di Asia Tenggara," ujarnya, saat ditemui di Bundaran HI, Jakarta.
Dalam aksinya ada tiga hal dituntut oleh KIARA, di antaranya, meminta pemerintah untuk mengoreksi kebijakan ekspor gelondongan ikan nasional dan memperbesar upaya penuntasan praktik kejahatan perikanan.
"Ini dilakukan guna menyikapi dan mendukung upaya peningkatan konsumsi ikan nasional," jelasnya.
Kemudian, aksi ini juga menuntut agar pemerintah memastikan perlindungan terhadap nelayan dan wilayah tangkap tradisional dan mendesak segera direvisinya kebijakan kelautan perikanan dan pesisir yang tidak sejalan dengan kaidah keberlanjutan lingkungan hidup dan bangunan sosial kemasyarakatan.
Rencananya, aksi yang dimulai sejak pukul 10.00 di Bundaran HI ini akan dilanjutkan dengan aksi nyata tanam 100 buah bakau di Marunda Kepu, Bekasi, pukul 12.00 siang ini.
Sejauh ini aksi ini berlangsung damai dan lalu lintas di sekitar Bundaran HI terlihat sangat lancar. Sejumlah petugas kepolisian tampak berjaga-jaga di sekitar lokasi aksi.