KOMPAS
Senin, 22 Maret 2010 Selamat Datang  |     |  
Warga Harap Truk Pengangkut Sampah Rutin Datang
Laporan wartawan KOMPAS.com Caroline Damanik
Sabtu, 21 November 2009 | 12:20 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga RW 7 dan RW 8 Kelurahan Lenteng Agung menaruh harapan besar pada kedisiplinan datangnya truk pengangkut sampah untuk mendukung komitmen mereka tidak membuang sampah ke Kali Ciliwung.

Ketua RW 8 Sutarno mengatakan, dulu bantaran kali di kawasan itu kerap menjadi tempat pembuangan sampah karena tak ada truk pengangkut sampah yang rutin datang. Sekarang keadaan pelan-pelan berubah.

"Sekarang diangkat sama truk pemda. Satu gerobak datang untuk setiap RW. Diangkat ke depan terus diangkut truk pemda," tuturnya di depan lokasi eks pembuangan sampah di kawasan Lenteng Agung, Sabtu (21/11).

Sutarno mengatakan, kedisiplinan datangnya truk sampah sangat membantu. Jika tidak datang dalam dua hari saja bisa menjadi masalah besar untuk kebersihan.

"Lagi pula, kalau kendaraan itu disiapkan, masyarakat juga dibantu sadar bahwa sampah enggak baik dibuang di pinggir kali," lanjutnya.

Narsiah, warga Jalan Camat Gabun II RT 3 RW 8, mengaku, sebelum ada truk sampah dirinya juga membayar iuran untuk tukang sampah sebesar Rp 10.000 per bulan. Sekarang, ketika truk sampah beroperasi, dia masih tetap membayar Rp 10.000 per bulan.

"Sekarang ada truk pemda yang angkut-angkut. Warga patungan juga (masing-masing) Rp 10.000. Jadi enggak rugi. Ya kita senang juga, orang biar kalinya bersih," ujarnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) DKI Jakarta Peni Susanti mengatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Kebersihan setempat. Memang, ada kendala truk sampah tidak bisa menjangkau setiap sudut permukiman penduduk.  

Editor: acandra Loading...
Sent from Indosat BlackBerry powered by
    Font: A A A
  Kirim Komentar Anda
  • Loading data..
 
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.